• The Class of 2013

    (Ki-ka) Atas: May, Dania, Ulin, Arin, Rina ; Tengah: Rafiq, Bekti, Fikri, Bayu, Me ; Bawah: Hendra, Akbar

  • PH AB FPIK Undip 2013

    (Ki-ka) Atas: Hendra, Fikri, Akbar, Me, Rafiq ; Tengah: Bekti, Arin, May, Rina, Bayu ; Bawah: Dania, Ulin

  • Keluarga Besar DW Pak Ibnu

    (Ki-ka) Atas: Aufa, Apink, Harya, Yudha, Dimdut, Dimcil ; Tengah: Nadya, Mu'adz, Me, Pak Ibnu, Arin, Isna, Iif ; Bawah: Diana, Ine, Kamto, Nia, Susi

  • BEM FPIK Undip

    Cukup nama yang 'eksekutif', namun pengurusnya bukan orang "eksklusif" (karena BEM juga manusia biasa)

  • Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma)

    Sejahtera mahasiswa itu ada 2, yaitu sejahtera dari biaya kuliah (tidak memberatkan) dan sejahtera dari nilai akademis (IPK bagus)

  • INSANI 2014

    Karena persaudaraan itu indah...

  • #SalamEKSIS

    INSANI Media Center (IMC) 2014............. (Ki-ka) Atas: Wildan, Me, Fauzan ; Tengah: Hana, April, Diana ; Bawah: Khikmah, Marlia ; Hidden: Reni, Elita, Hanum

  • SEMNAS FARMASea

    What Should Marine Scientist do for Industries?

  • #YukSenyum

    Karena Senyum adalah shodaqoh yang paling mudah

  • #MelanglangBuana

    at BPOL (Balai Penelitian dan Observasi Laut)

  • #MelanglangBuana

    at SEACORM BENCHMARK, Jembrana, Bali

  • Di Nusa Dua, Bali

    Sayang nggak bisa mampir ke acara APEC 2013 kemarin

Showing posts with label KKN. Show all posts

Usai KKN, Ia Akan Pergi ke Amerika Latin Untuk Saksikan Piala Dunia 2014 di Brasil

“Enak ya.” Itu yang terbesit di dalam benak saya tatkala mengetahui teman satu desa KKN saya akan pergi ke Brasil usai melaksanakan KKN ini. Tentu, jika sekarang kita membahas soal Brasil, semua langsung tertuju ke satu  tujuan utamanya adalah menonton Piala Dunia 2014 Juni mendatang.

Namanya Yoga (paling kiri di foto), mahasiswa Jurusan Teknik Arsitektur Undip 2010 yang kemarin sama-sama satu desa dengan saya saat KKN di Limpung, Batang.

Dia mendapat kesempatan langka itu setelah mengikuti program “21 Hari Bersama LISTERINE”. Tahu kan itu produk apa? Ya, pasti tahu.

Dia beruntung bisa lolos untuk kloter pertama bersama tiga orang teman lainnya dari tiga kloter yang ada. Katanya, sih proses seleksinya cukup mudah. Selain menggunakan LISTERINE, juga disuruh untuk membuat cerita tentang pengalamannya menggunakan LISTERINE selama 21 hari itu. Essay itu kemudian dikirim ke panitia untuk kemudian diseleksi.

Dia lolos pada tahap itu bersama 9 orang lainnya dan diundang ke Jakarta untuk mengikuti proses selanjutnya. Seleksi selanjutnya adalah bermain futsal. Beruntung, dia memang sering main futsal dan akhirnya lolos menjadi peserta yang terbang ke Brasil secara GRATIS.

Rencananya, ia akan berada di negeri samba itu selama seminggu untuk menyaksikan upacara pembukaan dan pertandingan pembuka. Dan kabarnya sih, selain ke Brasil, juga akan jalan-jalan keliling Asia seperti ke Singapura dan Dubai. Wooow…!


Enak nih…! Bisa nih titip sesuatu (kalau jadwal nggak padat) 

Tari Saman Dari Mahasiswi Undip Pukau Penonton EXPO KKN Batang


Tari Saman jadi idaman. Sebuah kalimat yang cocok untuk mengilustrasikan pertunjukan yang satu ini.

Selain diisi dengan pertunjukan marching band dari berbagai anak SD/MI, EXPO KKN Undip Kabupaten Batang yang digelar pada 12 Februari 2014 lalu juga dimeriahkan denan pertujukkan yang tak kalah heboh, yakni Tari Saman.

Ya, budaya asli asal Aceh tersebut bahkan membuat para penonton yang hadir dalam acara EXPO terkesima. Tentu, kekompakan para penari-lah yang membuat para penonton terkesima. Sudah bukan rahasia lagi, Tari Saman memang terkenal dengan kekompakan tariannya yang bisa dibilang cukup rumit untuk diperagakan karena harus dilakukan dalam tempo dan gerakan yang cepat
.
Uniknya, Tari Saman yang ditampilkan dalam EXPO KKN Undip Kabupaten Batang ini diperagakan oleh para mahasiswi Undip sendiri. Menurut pemaparan salah satu perwakilan mahasiswa sebelum tampil, waktu latihan mereka sangat singkat untuk ukuran tarian Saman, yakni 2 hari.


Meski hanya dua hari, nyatanya saat atraksi diatas panggung dan disaksikan ratusan peserta, mereka sangat kompak menampilkan tarian yang mengundang decak kagum penonton. Usai atraksi, para penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk para penari Tari Saman.

Foto-foto lainnya :






(AK20/@AjiiKurniawan)

Marching Band Tak Kalah “Nge-Band”


Semua orang sepertinya sepakat bahwa inilah salah satu yang menjadi daya tarik masyarakat untuk datang ke EXPO KKN Undip Kabupaten Batang. Kehadiran berbagai pertunjukkan marching band dari berbagai macam sekolah dasar menyemarakkan acara yang digelar pada Rabu, 12 Februari 2014 kemarin ini.

Salah satu yang berkesan menurut saya adalah tampilan dari SD Negeri 1 Tersono, Batang. Dengan kostum dominan merah-hitam, meski masih cukup belia, para anak SD yang tampil ditengah masyarakat peserta EXPO tak kalah nge-band layaknya pemain musik yang sudah popular di Indonesia. Dengan kompak memukul berbagai alat drum band yang mereka bawa masing-masing.


EXPO TIM 1 KKN Undip tahun 2014 di Batang kali ini diadakan bersama ditingkat kabupaten, sehingga seluruh kecamatan yang masuk dalam wilayah kerja berkumpul jadi satu untuk menampilkan potensi dan keunggulan dari masing-masing kecamatan.

(AK20/@AjiiKurniawan) 

Kreatif, Ada ‘The Avengers’ Di EXPO KKN Undip Kabupaten Batang


Inilah yang saya temukan saat jalan-jalan menyusuri stand dalam EXPO KKN Undip se-Kabupaten Batang yang diadakan pada 12 Februari 2014 di lapangan sepak bola belakang koramil Kecamatan Limpung (tepat di kecamatan tempat saya KKN) kemarin.

Kreatif, unik, keren, pokoknya jadi satu. Karena ada “plang” yang terdapat di salah satu stand memiliki tulisan mirip dengan motif salah satu film Hollywood, The Avengers.

Saya pun menyempatkan diri untuk mendokumentasikan “plang” tersebut yang ternyata dari Desa Amongrojo. Karena saya memang menyukai film-film buatan “MARVEL”, salah satunya The Avengers. Sukanya lebih karena efek animasi komputer dan grafis visualnya yang keren. Se-keren ide kreatif mahasiswa KKN Undip Kab Batang yang membuat plang ‘The Avengers’ tadi.

Mantap...!

(AK20/@AjiiKurniawan)

Sebelum EXPO, Mahasiswa KKN Sampaikan Do’a Untuk Ayahanda Pak Darto


Manusia sebagai mahluk sosial yang tidak dapat ‘hidup’ sendiri sudah selayaknya saling mengerti apa yang sedang dialami sesamanya. Terlebih yang dekat dengan kita.

Maka dari itu, dalam pelaksanaan EXPO KKN TIM 1 UNDIP 2014 Se-Kabupaten Batang pada Rabu, 12 Februari 2014, tercurah do’a untuk ayahanda dari Rektor Undip “Pak Darto” dari MC mahasiswa sebelum EXPO yang menampilkan potensi dari masing-masing kecamatan di Batang itu dimulai.

Sebagaimana informasi yang ada, ayahanda dari rektor Undip (Prof. Sudharto P.Hadi) Bapak Narto Atmodjo wafat pada Selasa, 11 Februari pukul 16.00 WIB di RS Sardjito Yogyakarta, tepatnya sehari sebelum EXPO KKN TIM 1 UNDIP 2014 Se-Kabupaten Batang digelar.

Kebetulan pelaksanaan EXPO KKN TIM 1 UNDIP ini dilaksanakan di Kecamatan Limpung, tempat dimana saya KKN. Untuk ayahanda pak Darto, Bapak (Alm) Narto Atmodjo, semoga amalannya diterima disisi-Nya, mendapatkan tempat di surga, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Aamiin…


(AK20/@AjiiKurniawan) 

Jangan Mau Kalah Sama Taufiq Hidayat


Sebagai salah satu cabang olahraga terfavorit di Indonesia, olahraga bulu tangkis tentu sangat diminati oleh para warga di nusantara, termasuk di Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Maka dari itu, dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tim 1 Undip 2014, panitia menyelenggarakan lomba badminton antar desa se-kecamatan Limpung. Kegiatan ini sendiri masuk dalam proker KKN ditingkat kecamatan.

Lomba badminton antar desa se-kecamatan Limpung ini diadakan pada bulan Februari 2014. Kalau boleh memotivasi, jangan mau kalah dengan Taufiq Hidayat. Tetep semangar ya mas mas dan bapak-bapak. Aamiin.... :D

(AK21)

Batang ‘Digoyang’ Gempa, Mahasiswa KKN Panik


Mahasiswa KKN TIM 1 Undip 2014 yang berdomisili di Kab. Batang dibuat panik lantaran gempa bumi tiba-tiba melanda daerah Pantura tersebut pada Sabtu (25/1) siang waktu setempat.

Seperti yang terjadi di Desa Donorejo, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang, gempa yang dilansir BMKG berkekuatan 6.5 SR dan berpusat di Kebumen itu membuat mahasiswa Undip yang berjumlah 9 orang panik saat sedang istirahat di posko usai melaksanakan prokernya di SD dan MI Donorejo sejak pagi hari.

Saat gempa menguncang, beberapa mahasiswa tengah makan siang (termasuk penulis) diruang utama posko KKN Desa Donorejo.

Di Batang, gempa dirasakan tak lebih dari 1 menit dan tidak menimbulkan kerusakan parah. Hanya membuat warga panik dan keluar rumah.

Sesaat setelah gempa usai, beberapa mahasiswa KKN di Donorejo menghubungi rekan-rekan KKN di daerah lainnya. Tim KKN Undip yang berdomisili di Magelang, Temanggung, Kendal, Pekalongan juga merasakan hal serupa. Bahkan, rekan di Ibu Kota Jakarta dan Bandung juga merasakan getaran gempa.

SyukuriIah, Karena Ilmu Itu Tak Ternilai Harganya



Ada kalanya jika kita melewati suatu moment yang dikerjakan saat dewasa, tak jarang dengan melakukan hal tersebut kita kembali teringat pada masa lalu, kejadian tatkala kita masih kecil, saat masih berumur belia dan masih belajar untuk menuju kedewasaan.

Itu yang saya alami tatkala mengajarkan adek-adek perempuan kecil disela-sela Kuliah Kerja Nyata (KKN) saya beserta teman-teman yang lainnya. Kebetulan, saya dan teman-teman se-tim dapat tempat di Desa Donorejo, Kec. Limpung, Kab. Batang, Jawa Tengah.

Bertempat di posko KKN Kami, adek-adek kecil yang masih duduk di bangku SD itu meminta kepada kami untuk membantu mereka mengerjakan tugas mata pelajaran SKI (Sejarah Kebudayaan Islam) dari gurunya.

Kebetulan karena diantara teman-teman KKN saya dianggap yang bisa membantu dalam bidang tersebut, ya dengan senang hati saya lakukan dengan bantuan teman yang lain.

Disaat saya mengajar itu, kembali teringat seperti apa keadaan kami tatkala masih kecil. Seperti apa perjuangan ibu, guru dan semua yang mengajar bahwa untuk menyalurkan dan memahamkan ilmu kepada anak-anak yang pemikirannya masih kanak-kanak memang perlu adanya kesabaran supaya anak tersebut bisa menerima ilmu yang diajarkan.

Maka tak heran, dalam sebuah cerita sahabat Rasul saw bahwa Umar bin Khattab pernah berkata bahwa setiap huruf yang diajarkan guru kepada kita sehingga menjadi tahu akan huruf tersebut harganya sudah tak ternilai

Bagi saya, ini bukan pengalaman yang pertama. Pernah pada masa-masa SMA Kami mengabdi ke masyarakat, termasuk kegiatan mengajar anak SD. Dan setiap kali mengajar, tentu kembali teringat akan perjuangan ortu, guru untuk membantu mencerdaskan kita.


Jadi, sudah sepatutnya kita berterimakasih kepada orang tua dan guru. Syukuri, sayangi, dan jangan buat mereka kecewa.  

Hujan Datang, Banjir Pun Menerjang


Ada tantangan sendiri tatkala melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di musim hujan seperti ini. Apalagi KKN 2014, yang dilakukan pada periode Januari-Februari. Seperti yang diumumkan BMKG, pada bulan tersebut merupakan puncak musim hujan.

Seperti yang saya alami beserta teman-teman lainnya, diawal-awal KKN yang dimulai sejak tanggal 14 Januari 2013 lalu, desa yang kami singgahi sering dilanda hujan. Bahkan hujannya seharian penuh. Tak pelak, kejadian tersebut membuat beberapa desa ada yang banjir. Tak tanggung-tanggung, banjirnya bisa setinggi lutut orang dewasa.

Kejadian itulah yang saya temukan di Pekalongan (lihat gambar). Alhamdulillahnya, banjir tidak melanda daerah Batang meski seharian dilanda hujan.


Meski begitu, yang namanya KKN, tugas pokok untuk mengabdi kepada masyarakat harus tetap dilakukan meski di tengah banjir. Dan ini menjadi tantangan tersendiri.