• The Class of 2013

    (Ki-ka) Atas: May, Dania, Ulin, Arin, Rina ; Tengah: Rafiq, Bekti, Fikri, Bayu, Me ; Bawah: Hendra, Akbar

  • PH AB FPIK Undip 2013

    (Ki-ka) Atas: Hendra, Fikri, Akbar, Me, Rafiq ; Tengah: Bekti, Arin, May, Rina, Bayu ; Bawah: Dania, Ulin

  • Keluarga Besar DW Pak Ibnu

    (Ki-ka) Atas: Aufa, Apink, Harya, Yudha, Dimdut, Dimcil ; Tengah: Nadya, Mu'adz, Me, Pak Ibnu, Arin, Isna, Iif ; Bawah: Diana, Ine, Kamto, Nia, Susi

  • BEM FPIK Undip

    Cukup nama yang 'eksekutif', namun pengurusnya bukan orang "eksklusif" (karena BEM juga manusia biasa)

  • Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma)

    Sejahtera mahasiswa itu ada 2, yaitu sejahtera dari biaya kuliah (tidak memberatkan) dan sejahtera dari nilai akademis (IPK bagus)

  • INSANI 2014

    Karena persaudaraan itu indah...

  • #SalamEKSIS

    INSANI Media Center (IMC) 2014............. (Ki-ka) Atas: Wildan, Me, Fauzan ; Tengah: Hana, April, Diana ; Bawah: Khikmah, Marlia ; Hidden: Reni, Elita, Hanum

  • SEMNAS FARMASea

    What Should Marine Scientist do for Industries?

  • #YukSenyum

    Karena Senyum adalah shodaqoh yang paling mudah

  • #MelanglangBuana

    at BPOL (Balai Penelitian dan Observasi Laut)

  • #MelanglangBuana

    at SEACORM BENCHMARK, Jembrana, Bali

  • Di Nusa Dua, Bali

    Sayang nggak bisa mampir ke acara APEC 2013 kemarin

Showing posts with label Inspiratif. Show all posts

Hal yang Aku Kagumi Melebihi Orasi Calon Presiden RI


HAL YANG AKU KAGUMI MELEBIHI ORASI CALON PRESIDEN RI
Hari telah memasuki waktu sore. Matahari masih bersinar menghangatkan udara. Pelan-pelan, aku keluar dari Stadion Sriwedari melalui pintu tribun utara.
Saat keluar stadion, di tengah kerumunan banyak orang, secara tak sengaja pandanganku tertuju pada perempuan berjilbab yang berdiri di luar stadion. Agak aneh, karena mereka berdiri seperti bukan menunggu orang.
"Apa yang mereka lakukan?" tanyaku dalam benak pikiran.
Seiring dengan langkah keluar stadion, aku semakin dekat dengan mereka. Semakin dekat, dan dekat. Ternyata benar, mereka berdiri di tempat bukan untuk menunggu orang yang keluar dari stadion.
Lantas apa yang mereka lakukan? Dengan mengenakan pakaian kuning coklat hitam, dan beberapa berslayer, para perempuan ini berbaris menjaga taman di luar stadion.
Dari pakaian yang dikenakan, perempuan ini sepertinya adalah kader dari salah satu parpol koalisi pengusung Calon Presiden RI periode 2019-2024 yang saat itu sedang berkampanye.
Baru pertama kali dalam hidup, aku melihat hal seperti ini secara langsung. Mereka seperti pagar betis yang setia mengamankan taman agar tidak terinjak oleh kerumunan orang yang keluar dari stadion.
Sesekali juga mereka menggunakan bambu untuk menjaga tanaman.
Aku kagum dengan apa yang dilakukan para perempuan ini. Bahkan melebihi kekagumanku terhadap orasi Calon Presiden RI yang berkampanye.
Jika tanaman yang tak bernyawa saja diperhatikan, dilindungi, dijaga, lalu bagaimana dengan hal lain yang jauh lebih penting dari itu?
Mereka tentu sadar bahwa bukan mereka yang menanam. Tapi mereka punya respect, kepedulian, bahwa dengan menjaga tanaman, berarti mereka telah memberikan bukti perhatiannya terhadap masa depan.
Masa depan bahwa tanaman tetap tumbuh di kemudian hari sebagai penghias stadion, sehingga keindahan kota tetap terjaga nantinya.
Apa jadinya jika tanaman dibiarkan begitu saja ditengah kerumunan banyak orang? Pasti rawan terinjak. Dan jika terinjak, tentu suatu kerugian yang harus ditanggung.
Perhatian terhadap hal kecil sejatinya adalah representasi perhatian seseorang terhadap hal besar.
Memberikan perhatian kepada hal yang besar dimulai dari hal-hal yang kecil. Jika hal yang kecil saja diperhatikan, maka hal besar pun juga akan diperhatikan. Dan sebaliknya.
Begitu pula memimpin negara. Ini adalah hal besar dan penting.
Persoalannya, hanya beberapa orang yang bisa mendapatkan posisi untuk menjadi pemimpin negara.
Meski demikian aku tak ingin berkecil hati. Aku mencoba memperluas sudut pandangku.
Memang, tidak semua orang bisa menjadi pemimpin negara. Tapi semua orang punya kesempatan untuk berkontribusi dalam pengelolaan negara dengan memberikan contoh yang baik bagi sesama dan para pemimpinnya.
Ditulis oleh:
Aji Kurniawan AP
Surakarta, 10 April 2019

Bertekad Hafal 30 Juz Setahun, Selesai Hanya 3 Pekan


GADIS FANTASTIS ITU BERNAMA SILMI. Cerita ini sungguh sangat menginspirasi. Bertekad hafal 30 juz dalam setahun, selesai hanya tiga pekan..!

Silmi adalah nama panggilan santriwati alhikmah yang baru masuk awal januari 2015. Ketika datang, putri bu Rina Krisnawati ini masih berstatus sebagai siswi kelas satu SMAIT DQM.

Saat bertemu, kami sudah bisa melihat antusiasmenya yang besar. Sebelumnya ia pernah menghafal di Al-Ihsan selama tiga tahun, dan berhasil mengoleksi hafalan sebanyak 15 juz. Lalu lanjut ke DQM. Kedatangannya ke Al-Hikmah bogor tentu bisa ditebak. Ia dan kedua orangtuanya menginginkan tahfidz qur’an program cepat. Mereka berharap bisa selesai dalam setahun, karena memang program tahfidz putri di alhikmah putri (MAFAZA) adalah setahun. Niat mulia akan selalu mengundang kemuliaan yang lain. Sebagaimana kata bu Veranita Marastam : "Satu kebaikan akan mengundang kebaikan yang lain."

Rupanya Allah menginginkan kebaikan pada silmi, niat mulianya untuk menyempurnakan hafalan Qur’annya berbuah hadiah istimewa, ia mendapatkan program menghafal Qur’an super cepat.

Dan memang kedatangannya ke Al-Hikmah bertepatan dengan akan digelarnya program SUPER MANZIL. Maka ia menjalani tes durasi. Dan langsung dinyatakan lulus dengan nilai mumtaz. Artinya, ia diprediksi bisa menyetorkan hafalan sebanyak 30 juz dalam satu bulan program super manzil.

Ustadzah Marwah, kepala musyrifah dalam program ini memberikan pujian khusus pada Silmi. Putri pak Anwar Halim ini selalu duduk menghafal disamping ustadzah marwah, padahal 70% peserta SUPER MANZIL enggan setor kepada Ustadzah Marwah. Mengingat beliau sangat ketat dan tegas dalam hal setoran hafalan Qur’an. setiap dapat satu halaman ia segera menyetorkannya. Dan dalam sehari ia bisa menyetorkan lebih dari sepuluh kali.

Silmi bertekad akan menyelesaikan hafalan qur’an 30 juz dalam setahun. Namun Alloh memberinya kemudahan yang luar biasa. Ia selesai hanya dalam tiga pekan. Hanya selisih 10 menit dari Risqa.
Seperti Risqa, silmi pun sambil terisak saat menyetorkan juz terakhirnya. Demikian pun kami yang menyimaknya. Ia mengungkapkan betapa tidak menyangka Alloh memberinya kemudahan yang menakjubkan. Niat menghafal setahun, Alloh membantunya hingga bisa selesai tiga pekan.

Mari dengar apa yang dikatakan uminya, bu Rina Krisnawati. “Saya bahagia.. Sangat bahagia. Karena anak yang sholehah nan hafal qur’an lebih berharga dari dunia dan seisinya."

***
Masya Allah. Semoga bisa menginpirasi kita semua untuk menjadi hafizh/ah ahlul Qur'an. Aamiin.

(Sumber : Kartun Muslimah dengan sedikit penyesuaian)

Sebuah Pesan Kepada Dunia, Semangat Palestina Hadapi Piala Asia


Apa yang ada dibenak kita ketika mendengar kata Palestina? Apakah identik dengan wilayah konflik, pertempuran melawan 'negara' tetangganya? Jika masih seperti itu, lupakan sejenak untuk saat ini, dan mari kita baca artikel berikut :

"Setelah bersemangat dengan kampanye untuk masuk kualifikasi Piala Asia untuk pertama kalinya, Palestina telah kehilangan pelatih, menghadapi pembatalan pertandingan-pertandingan persahabatan, mendapati para pemain dilarang bepergian dan terlibat konflik berdarah.

Namun tim Palestina menolak untuk patah arang.

Beberapa pihak memperkirakan keberadaan mereka di Australia tidak akan lebih lama daripada babak grup, dimana mereka menghadapi juara bertahan Jepang, mantan pemenang Irak dan sesama grup Asia Barat yaitu Yordania, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi tim berperingkat 113 di dunia itu.

Kemenangan terbesar mereka telah dicapai, yaitu kesempatan untuk menunjukkan pada dunia mereka memiliki tim yang mampu berkompetisi melawan tim-tim papan atas Asia meski banyak masalah menghadang.

“Ini peristiwa bersejarah untuk kami,” ujar pemain depan Ashraf Nu’man pada FIFA.com.

“Tujuan kami adalah untuk menunjukkan pada dunia bahwa tim nasional Palestina terus maju meski menghadapi banyak kesulitan. Kami ingin menunjukkan bahwa para pemain Palestina berhak bermain dan berkembang. Kami juga ingin membuat rakyat kami kembali tersenyum dan para penggemar kembali bahagia,” katanya.

Pertandingan pembuka melawan Jepang (pada 12 Januari) akan menjadi pertandingan yang berat karena mereka dianggap salah satu tim terbaik Asia. “Para pemain Jepang lebih baik dari kami,” ucap Nu’man.

Tim Palestina pergi ke Maladewa untuk Challenge Cup Mei lalu dengan kekurangan enam pemain karena pembatasan gerak di luar Palestina.

Dengan sebagian besar dari pemain yang tidak hadir adalah penyerang, Nu’man dipaksa maju ke depan meski ia adalah pemain tengah dan bermain baik, membuatnya menjadi penyarang gol terbanyak dengan empat angka.

Sementara para anggota tim berjuang melawan mabuk laut karena perjalanan dengan kapal yang sepertinya tak ada akhir untuk mencapai pertandingan, sesi latihan dan hotel, Nu’man membuktikan bahwa ia memiliki tekad berjuang — menghasilkan satu-satunya gol dalam final saat mengalahkan Filipina untuk mendapatkan tempat di Australia.

Tiket emas tersebut merupakan momen bahagia singkat yang diikuti dengan periode kegelapan.

Mantan pemain internasional Ahed Zaqout, salah satu pemain terbaik Palestina yang pernah ada, tewas oleh bom Israel yang menimpa apartemennya di Gaza pada Juli dalam konflik yang menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dan lebih dari 70 warga Israel.

Pelatih Jamal Mahmoud mundur karena “alasan pribadi” akhir tahun lalu, digantikan oleh wakilnya Ahmed Al Hassan, tak lama sebelum kantor-kantor Asosiasi Sepak bola Palestina diserbu pasukan Israel November.

Sebuah pertandingan melawan Irak minggu lalu dibatalkan di menit terakhir karena alasan yang tidak jelas, sementara pekerjaan Al Hassan bersama timnya yang berkomitmen besar tidak optimal karena pembatasan-pembatasan yang ada.

Tak tergoyahkan, rakyat Palestina bersemangat dengan peluang global Piala Asia.

“Ini hal yang besar karena kehidupan di Palestina sangat sulit dan semua bidang olahraga memiliki banyak masalah,” ujar Mahmoud.

“Ini peluang mengirimkan pesan ke seluruh dunia bahwa kita dapat berprestasi jika mendapat tempat, jika mendapat peralatan, diizinkan keluar dan kami mengirim pesan bahwa kami ingin perdamaian.” (zk/knrp)

#SupportPalestine
#SavePalestine
#SpiritForPalestine

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Di Tendang Akhwat, Pria Bermotor Ini Gagal Merampok


Kata orang, akhwat itu terkesan lembut, santun, baik dan sebagainya. Namun dibalik itu semua ternyata ada yang "diam-diam menghanyutkan". Jika ingin tahu buktinya, silahkan baca artikel tentang "Si Akhwat Bergamis" dibawah ini. Artikel ini saya sadur dari salah satu situs tumblr milik mahasiswa Undip juga :

Suatu siang, sekitar jam 1 seorang akhwat berangkat ke Kampus dengan motor matic melewati jalan depan BNI Undip Tembalang, (pom bensin ke kiri) Semarang. Tiba-tiba, Si Akhwat kaget. Ternyata dari belakang ada cowok dengan motor vixion-nya yang "sok gagah" melaju ke arahnya lalu memaksanya berhenti sambil memegang ‘stang’ kanan akhwat itu.

“Mbak turun mbak turun...!”, kata Si Perampok

Sontak akhwat itu berteriak “Astaghfirullah jangan mas jangan mas..!”.

Saat cowok itu masih memegang stang kanan motor akhwat itu, tangan yang satunya mengambil sesuatu dari kantong. Yang membuat suasana makin mencekam, ternyata cowok itu mengambil sebilah pisau tajam.

Tahukah Anda (terutama yang perempuan jika mengalami hal yang sama) apa yang terjadi selanjutnya? Mungkin banyak yang menganggap pasrah saja menyerahkan harta bendanya ya.

Tapi Si Akhwat ini tidak demikian ternyata. Saat cowok itu sedang menyiapkan pisaunya, tanpa pikir panjang Si Akhwat berinisial "A" itu langsung menendang cowok beserta motornya sampai ambruk.

Keren. Amazing. Luar biasa. Padahal saya sendiri juga tak jarang keluar malam, bahkan pernah jalan kaki sendirian pulang dari kampus malam-malam. Alhamdulillah tetap siaga dan tidak terjadi apa-apa.

Memang harus seperti ini seorang akhwat. Dibalik image-nya yang terkesan lemah lembut tersimpan kekuatan yang luar biasa.

(Sumber : http://fatikhafajar.tumblr.com/ edisi 21 Mei 2014 dengan penyesuaian)

(@AjiiKurniawan)

Launching Komunitas ODOJ di Istiqlal Jakarta


Pernah dengar ODOJ? Buat anda para pembaca Qur'an sejati, pasti kenal istilah ini. ODOJ, atau singkatan dari "One Day One Juz" adalah program yang diinisiasi oleh para Alumni Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah dalam membaca al-Qur’an dengan targetan 1 juz sehari.

ODOJ ini pun sudah menjadi sebuah komunitas yang beranggotakan ratusan ribu orang. 

Komunitas tersebut akhirnya resmi dilaunching pada 4 Mei 2014 lalu di Masjid Istiqlal Jakarta. Acara yang dihadiri tak kurang dari 30.000 peserta dari seluruh Indonesia ini mengundang sejumlah tokoh, salah satunya adalah Ust. Yusuf Mansur.

Nah, disini coba kita simak bagaimana kemeriahan acaranya lewat beberapa foto berikut. Jika mau di share silahkan, agar berita yang kita dapatkan lebih beragam, lebih inspiratif dan bermanfaat, tak hanya berita "itu-itu aja" yang cenderung membosankan. Yuk lihat beberapa dokumentasi dibawah ini. Selamat menyaksikan....

"Si Kembar" Ismail Ishak, dari SD di Daqu, memiliki hafalan yang terjaga, 1 hari muraja'ah 1 juz

Koleksi buku

Peserta launching ODOJ tampak memenuhi Masjid Istiqlal, Jakarta

Sebagian panitia yang berjaga dipinggir jalan masuk masjid

Sebagian panitia penyelenggara sedang kumpul bareng (hampir semua pegang kamera)

Hasil sedekah spontan dari jama'ah ODOJ. Totalnya sedekahnya mencapai Rp95Juta. Dikelola oleh ACT Dompet Dhuafa

Usai wawancara dengan rekan-rekan infotainment


Sumber foto : @Yusuf_Mansur

(@AjiiKurniawan)

Bolangnya Si Oyan, Dari Semarang Menuju Jepang


Mungkin kita akrab dengan istilah "Si Bolang" alias bocah petualang. Ya, acara salah satu stasiun televisi swasta itu menceritakan tentang kisah anak kecil berkeliling Indonesia dan luar negeri bersama dengan sejumlah teman-temannya.

Julukan itu mungkin cocok disematkan kepada adek kelas saya, Arroyan Suwarno, atau yang lebih akrab disapa "Oyan".

Si Oyan adalah mahasiswa Jurusan Perikanan FPIK Undip angkatan 2012. Di organisasi sendiri, kita kemarin pernah satu tahun bersama dalam sebuah "organisasi biru" di FPIK, sebut saja "AB".

Tidak hanya satu organisasi, tapi satu departemen malahan, yakni Departemen Informasi & Komunikasi (Infokom) bersama Hikari, Ratna, Amah, Amir, Riki, Rizki, Gian, dan mas Harya.

Disini kemarin kita satu organisasi (Oyan paling kanan)

Setahun berlalu, masuklah tahun kedua. Ditahun kedua, Si Oyan, mahasiswa penerima Beastudi Etos itu ketiban rizki yang kata dia sih nggak disangka-sangka, yakni bisa "ngebolang" ke Negeri Sakura, Jepang. Saking lebay-nya, waktu saya menulis artikel ini, dimana dia sudah ada di Jepang sekitar tiga hari, dia malah tidak percaya kalau dia lagi di Jepang (efek ketiban rezeki tiba-tiba mungkin. Maklum-ketawa)

Bercanda sedikit ya. Tapi memang betul seperti itu.

Oke lanjut. Terus, seperti apa Si Oyan bisa ke Jepang? Singkatnya, semua ini berawal dari ia mengirim paper kepada pihak Jepang yang membuka program itu. Papernya tentu yang berhubungan dengan basic di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Lebih tepatnya tentang mikroalgae

Alhamdulillah. Paper yang ia kirim ternyata disetujui oleh pihak sana (penyelenggara di Jepang). Hingga akhirnya ia memulai menyusun proposal untuk keperluan presentasi di Jepang. Baik pendanaan, maupun bahan yang harus dipresentasikan.

Untuk lebih jelasnya, silahkan lihat foto-foto berikut. Semoga menginspirasi :



Surat penerimaan dan undangan

Surat undangan menghadiri presentasi

Paspor yang langsung dibuat usai mendapat undangan ke Jepang

Tiba di bandara Soekarno-Hatta untuk terbang menuju Jepang



Si Oyan sedang santap makan usai tiba di Jepang (tiba juga)

Masakan jepang

Ini masakan yang cukup populer di kartun-kartun Jepang

Berbicara tentang suhu, di Jepang memang cukup dingin

Tak disangka bertemu dengan mahasiswa Indonesia lainnya usia tiba di Jepang

Sebuah petunjuk bertuliskan huruf Jepang dan terjemahannya (Inggris)

Bunga yang Si Oyan abadikan waktu berjalan kaki. Mekar dimusim semi

Bangunan modern Jepang dengan sungai yang bersih

Dekat tower mirip menara Eifel di Paris, Perancis

Grafiti di Jepang yang memiliki tempat tersendiri

Menemui salah satu festival daerah Senoji 

Mungkin kebanyakan perempuan yang menonton film drama Jepang tau tempat ini.

Bolangnya Si Oyan, Dari Semarang Menuju Jepang (Part 1)
To be continue...

(Sumber foto : Facebook Arroyan)

(AK21/@AjiiKurniawan)

Anies : “Pemimpin = Pemimpi + n (nyali)”



Mungkin jika anda adalah orang dari salah satu ‘Partai Merah’ di Indonesia, pernah melihat ungkapan ini sebelumnya dalam sebuah atribut kampanyenya. Ya, jelang pileg 2014 kemarin, saya pernah menemui tulisan ini  diberbagai kesempatan, tulisan “PEMIMPI(N), bukan PEMIMPI”. Begitulah kurang lebih.

Entah hal ini ada hubungannya atau tidak, Rektor termuda di Indonesia, Anies Baswedan, juga mengungkapkannya dengan istilah “Pemimpin = Pemimpi + n (nyali).” Itu yang saya dapatkan di jejaring sosial Twitter. Ungkapan ini sepertinya tak jauh saat ia menjadi narasumber di acara Mata Najwa on Campus Metro TV di kampus UGM Yogyakarta.

NARASUMBER - Anies Baswedan (paling tengah) saat tampil di acara Mata Najwa di UGM beberapa waktu lalu

Sekilas memang hampir mirip. Namun, setidaknya dalam ungkapan Anies lebih ‘bermaksud’. Di moment pemilu seperti sekarang ini memang banyak yang membahas tentang sosok kepemimpinan. Sehingga muncul ungkapan-ungkapan baru. Tak terkecuali yang diatas. (Kalau boleh berceloteh, mungkin yang merasa pertama kali membuat ungkapan ini bisa "dipatenkan"-sambil senyum)

TWEET - Istilah baru dari Anies

Orang Indonesia memang kreatif. Semoga saja istilah tersebut ekuivalen dengan pemimpin yang nantinya terpilih. Tak hanya bisa memimpin, tapi juga punya “nyali” besar untuk menghadapi tantangan besar demi kemajuan bangsa dan Negara. Aamiin…

It’s Just My Opinion.

(AK21/@AjiiKurniawan)

Inspirasi Dari Sosok Sri Mulyani


Sri Mulyani Indrawati, begitulah nama lengkapnya, akhir-akhir ini kembali menjadi perbincangan publik terkait kasus Bank Century yang merugikan negara Rp 6,7 trilliun.

Apalagi kalau bukan kesaksian yang beliau berikan kepada hakim dalam sidang Tipikor di Jakarta awal Mei 2014 ini. Setelah lama berada di Amerika karena dipilih menjadi Managing Director World Bank, wanita kelahiran Tanjung Karang, 26 Agustus 1962 ini akhirnya kembali ke Tanah Air untuk memberikan kesaksian kepada hakim terkait kasus Century yang kini tengah didalami KPK.

Ada beberapa hal yang bisa dikupas dibalik sidang kesaksian Sri Mulyani ini. Diantaranya adalah sebagai berikut :

Pertama, mengambil keputusan berdasarkan perasaan.

Saat memberikan kesaksian, terkait kondisi Bank Century kala itu, dalam mengambil keputusan, Sri Mulyani sempat menyebut latar belakang perasaan sebagai salah satu dasarnya. Pernyataan itu pun langsung disambar hakim anggota I Made Hendra dengan sejumlah pertanyaan.

"Apa ada dasar pengambilan keputusan berdasarkan perasaan?" tanya Hendra.

"Ada banyak teori yang mengatakan itu," tandasnya.

Sri Mulyani menilai kondisi perekonomian global memang sedang kacau. Namun karena Bank Century dikelola dengan buruk dan di dalamnya sudah muncul sejumlah masalah, membuat bank ini rontok pertama kali akibat guncangan krisis global.

Kedua, Sri Mulyani dapat tepuk tangan.

Saat Mantan Menkeu Sri Mulyani bersaksi untuk terdakwa Budi Mulya dalam sidang perkara Bank Century, sempat terjadi perdebatan antara dia dengan jaksa. Usai debat tersebut, hadirin sidang pun bertepuk tangan untuk Sri Mulyani.

Pada sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor, Jl. Rasuna Said, Jaksel, Jumat (2/5/2014), Sri Mulyani menjelaskan bahwa di tahun 2009, masyarakat akhirnya tenang karena tahu Bank Century sudah diambil alih LPS. Tetapi jaksa kembali mempertanyakan kondisi tenang itu karena sebenarnya uang yang ditanam di Bank Century merupakan milik negara.

"Kalau ketenangan masyarakat nilainya berapa kira-kira?" tanya Sri Mulyani balik ke jaksa KMS Roni.

"O.. Tidak bisa diukur," jawab Roni.

"Bisa dong pak," balas Sri Mulyani lagi.

"Dari mana bisa diukurnya?" tanya balik Roni.

Sri Mulyani menjelaskan bahwa saat itu ada Rp 1.700 triliun uang rakyat di seluruh bank. Ada juga 82 juta akun rekening. Dan angka-angka itulah yang dijaga agar tak terjadi kepanikan dan kegelisahan.

"Itulah nilai keamanan itu," ucap Sri Mulyani dengan tegas.

"Makanya mudarat paling kecil saya ambil tapi saya tahu manfaat besar terhadap Indonesia dan itu terbukti," tegasnya.

Sontak, puluhan hadirin yang berada di dalam ruang sidang bertepuk tangan. Tak hanya itu, sekitar 50 orang pegawai Kemenkeu yang menonton sidang dari layar di lantai bawah juga mengapresiasi dengan memberikan tepuk tangan.

Hakim ketua pun menenangkan hadirin sidang. Jaksa kemudian melanjutkan pertanyaannya.

Ketiga, padatnya pengunjung sidang kesaksian Sri Mulyani, membuat banyak yang harus berdiri

Pengunjung sidang kasus Century kali ini benar-benar padat. Banyak juga yang berdiri, ruangan sidang pun penuh sesak. Ruangan sidang yang biasanya dingin karena AC menjadi panas.

Berblazer hitam dan berkacamata, Sri Mulyani tampak tenang di persidangan. Tak terjadi perdebatan dengan jaksa atau pengacara. Dalam sidang ini banyak pendukung Sri Mulyani yang hadir, termasuk dari pegawai Kemenkeu.

Keempat, gaya Sri Mulyani di pengadilan, mulai dari minum sampai menawarkan jaksa mic.

Ada kejadian menarik saat sidang baru dimulai. Ketika jaksa membacakan BAP, tiba-tiba mic mati.

Sri Mulyani dengan santai pun menawarkan mic bagi saksi untuk jaksa. Sang jaksa menolak, namun Sri Mulyani segera berdiri dan membawa mic ke jaksa. Sri Mulyani sempat bolak balik dari kursi saksi ke kursi jaksa.

Jaksa menolak halus dengan alasan apa yang dia sampaikan direkam, jadi kalau memakai mic saksi bisa tak terekam. Sri Mulyani pun tersenyum mendengar jawaban jaksa.

Di sela-sela sidang, Sri Mulyani yang membawa mug minuman, juga sempat membuka mugnya dan minum. Apa yang dilakukan Sri Mulyani sempat mendapat teguran dari Ketua Majelis Hakim Aviantara. Dengan sopan Sri Mulyani meminta maaf.

"Kalau minum di dalam ruang sidang harus izin dulu. Di sini tidak boleh," kata hakim ke Sri Mulyani.

"Ooh harus di luar ya. Mohon maaf hakim, saya tidak pernah ke pengadilan," jawab Sri Mulyani.

Kelima, di mata pegawai, Sri Mulyani sosok yang tangguh dan cerdas.

Puluhan pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) hadir di Pengadilan Tipikor saat Sri Mulyani menjadi saksi di persidangan kasus Bank Century. Di mata mereka, Sri Mulyani yang pernah menjadi Menteri Keuangan adalah sosok yang tangguh dan juga cerdas.

"Ibu Sri itu membanggakan, beliau adalah wanita yang sangat tangguh," kata salah seorang pegawai Kemenkeu, Hamidah di Pengadilan Tipikor, Jl. Rasuna Said, Jaksel, Jumat (2/5/2014).

Pegawai Kemenkeu lainnya, Alvian, mengaku kagum dengan sosok Sri Mulyani yang berani. Berbagai keputusan ia ambil dengan tegas.

"Beliau itu cerdas dan berani mengambil keputusan. Ibu Sri juga punya track record yang baik," ujarnya.

Hamidah dan Alvian belum pernah berinteraksi langsung dengan Sri Mulyani. Tetapi dari cerita rekan-rekan dan senior mereka di Kemenkeu, kiprah Sri Mulyani saat menjabat sebagai menteri tak diragukan lagi.

"Waktu jadi Menkeu, beliau punya andil yang sangat besar," kata Alvian.

Ruang sidang yang penuh membuat keduanya hanya bisa menyaksikan jalannya sidang lewat layar di lantai bawah. Tersimpan keinginan dari mereka untuk bisa menyapa wanita yang kini berkarir di World Bank itu.

"Sebenarnya ingin menyapa langsung setelah sidang, tapi melihat kondisi di atas penuh ya bagaimana. Kalau bisa menyapa, mau kasih support dan bilang terima kasih," ucap Alvian.

Itulah segelintir kejadian yang bisa dikupas saat Sri Mulyani memberikan kesaksian untuk terdakwa mantan Deputi BI Budi Mulya. Diluar "konspirasi" yang beredar, banyak pihak yang kagum terhadap sosok Sri Mulyani. Saya pun termasuk.

Jangan hanya memandang dari kebanyakan berita yang beredar saat ini. Tengoklah segudang prestasi yang ditorehkan Sri Mulyani. Komentar dan analisisnya kritis, lugas, jernih dan populer. Ia primadona panggung seminar dan talk show di televisi kala itu. Selain sering muncul di seminar-seminar, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FE-UI) ini juga sempat aktif menjadi penasihat pemerintah bersama sejumlah ekonom terkemuka lain dalam wadah Dewan Ekonomi Nasional (DEN) pada era pemerintahan Abdurrahman Wahid. Ia pernah menjabat Kepala Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (LPEM FEUI) sejak Juni 1998.  

Kepribadiannya yang lugas dan cerdas, telah mengantarkannya kepada pergaulan yang sangat luas. Ia disenangi banyak orang di dalam dan luar negeri. Tak heran bila pada awal Oktober 2002 lalu ia terpilih menjadi Executive Director Dana Moneter Internasional mewakili 12 negara di Asia Tenggara (South East Asia/SEA Group), menggantikan Dono Iskandar Djojosubroto. Dia menjadi perempuan pertama dari Indonesia menduduki posisi itu.

Ia juga dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia untuk tahun 2006 oleh Emerging Markets, serta Wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia bulan Oktober 2007.

Pertanyaannya, jikalau ada segelintir kalangan yang selama ini menuntut Sri Mulyani-lah yang harus bertanggungjawab terkait kasus Bank Century ini, apakah pihak yang menuntut itu bisa menorehkan prestasi seperti yang Sri Mulyani capai? Apakah pihak yang menuntut tersebut nantinya juga bisa mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional seperti Sri Mulyani?

Hanya satu jawaban yang pasti, pertanyaan itu belum bisa dijawab sekarang. Karena hal itu belum terjadi.

(Just My Opinion... Hanya ingin mengajak untuk melihat peristiwa dari sudut pandang lain)

(AK21/@AjiiKurniawan)

Tari Saman Dari Mahasiswi Undip Pukau Penonton EXPO KKN Batang


Tari Saman jadi idaman. Sebuah kalimat yang cocok untuk mengilustrasikan pertunjukan yang satu ini.

Selain diisi dengan pertunjukan marching band dari berbagai anak SD/MI, EXPO KKN Undip Kabupaten Batang yang digelar pada 12 Februari 2014 lalu juga dimeriahkan denan pertujukkan yang tak kalah heboh, yakni Tari Saman.

Ya, budaya asli asal Aceh tersebut bahkan membuat para penonton yang hadir dalam acara EXPO terkesima. Tentu, kekompakan para penari-lah yang membuat para penonton terkesima. Sudah bukan rahasia lagi, Tari Saman memang terkenal dengan kekompakan tariannya yang bisa dibilang cukup rumit untuk diperagakan karena harus dilakukan dalam tempo dan gerakan yang cepat
.
Uniknya, Tari Saman yang ditampilkan dalam EXPO KKN Undip Kabupaten Batang ini diperagakan oleh para mahasiswi Undip sendiri. Menurut pemaparan salah satu perwakilan mahasiswa sebelum tampil, waktu latihan mereka sangat singkat untuk ukuran tarian Saman, yakni 2 hari.


Meski hanya dua hari, nyatanya saat atraksi diatas panggung dan disaksikan ratusan peserta, mereka sangat kompak menampilkan tarian yang mengundang decak kagum penonton. Usai atraksi, para penonton memberikan tepuk tangan yang sangat meriah untuk para penari Tari Saman.

Foto-foto lainnya :






(AK20/@AjiiKurniawan)

Kreatif, Ada ‘The Avengers’ Di EXPO KKN Undip Kabupaten Batang


Inilah yang saya temukan saat jalan-jalan menyusuri stand dalam EXPO KKN Undip se-Kabupaten Batang yang diadakan pada 12 Februari 2014 di lapangan sepak bola belakang koramil Kecamatan Limpung (tepat di kecamatan tempat saya KKN) kemarin.

Kreatif, unik, keren, pokoknya jadi satu. Karena ada “plang” yang terdapat di salah satu stand memiliki tulisan mirip dengan motif salah satu film Hollywood, The Avengers.

Saya pun menyempatkan diri untuk mendokumentasikan “plang” tersebut yang ternyata dari Desa Amongrojo. Karena saya memang menyukai film-film buatan “MARVEL”, salah satunya The Avengers. Sukanya lebih karena efek animasi komputer dan grafis visualnya yang keren. Se-keren ide kreatif mahasiswa KKN Undip Kab Batang yang membuat plang ‘The Avengers’ tadi.

Mantap...!

(AK20/@AjiiKurniawan)

Habibie dan Anis, Memberi Inspirasi



BJ. Habibie hadir di acara Mata Najwa yang tayang di Metro TV, Rabu (5/2). Selain bicara tentang cinta dan pengetahuan, Presiden ke-3 Republik Indonesia ini juga berbagi pemikiran tentang kepemimpinan.

Tentang kepemimpinan, Habibie punya kriteria tersendiri. Menurutnya, tidak semua orang cocok mencalonkan diri menjadi pemimpin Indonesia di pemilu 2014. Ada batasan umur yang harus diperhatikan.

“Kriteria saya, harus (berumur) 40 sampai 60 tahun,” kata Habibie. Profesor lulusan Jerman itu berkali-kali mengulang jawabannya. Bahkan ketika Pembawa Acara Najwa Shihab menunjukkan beberapa foto calon presiden yang sudah tua, Habibie kembali menegaskan jawabannya, “40 sampai 60 tahun!” Pendirian Habibie yang kukuh itu langsung mengundang tawa penonton di studio.

Selanjutnya Habibie bercerita tentang generasi yang tumbuh di Indonesia. Menurutnya, ada tiga generasi yang telah lahir hingga saat ini. Pembagian generasi itu dimulai sejak masa perjuangan merebut kemerdekaan.

“Dalam perjuangan Bangsa Indonesia yang modern, ada tiga generasi yang kita kenal. Generasi angkatan ‘45, yang hanya mengenal merdeka atau mati.  Dia lahirkan Pancasila, Undang-undang Dasar, dia merebut semua, hingga kita merdeka. Jiwanya itu harus kita pelihara,” tutur Habibie.

Setelah itu, kata Habibie, ada generasi peralihan. “Generasi yang pernah bekerja erat dengan angkatan ’45, tapi juga pernah bekerja erat dengan generasi penerus. Yang (berumur) di atas 60 (tahun), saya masukkan ke generasi peralihan. Karena mereka pernah bekerja sama dengan generasi ’45 dan generasi penerus. Mereka harus rela menyerahkan kepemimpinan kepada generasi penerus,” ungkap Habibie.

Untuk menjelaskan tentang generasi penerus, Habibie kembali ke kriterianya tentang calon pemimpin bangsa. “Generasi penerus itu kriterianya, berumur antara 40 sampai 60 tahun,” jelas Habibie.

Apa yang diungkapkan Habibie ini mengingatkan masyarakat pada gagasan Anis Matta. Ada kesamaan ruh pada ide yang mereka sampaikan. Ada kesamaan semangat untuk menciptakan Indonesia yang lebih baik.

Habibie dan Anis sama-sama membagi perjalanan bangsa Indonesia menjadi tiga bagian. Habibie membagi generasi Indonesia seperti yang diungkapkan di atas. Anis menyebutnya perjalanan bangsa Indonesia dengan istilah “gelombang”.

“Gelombang pertama adalah masa sebelum kemerdekaan hingga proklamasi, atau kita sebut sebagai proses ‘menjadi Indonesia’. Orang-orang di gelombang pertama, mulai timbul kesadaran untuk bersatu guna menghadapi tantangan dari luar,” kata Anis.

Pada gelombang kedua, masyarakat berpikir untuk membuat indonesia jadi lebih baik. “Pada gelombang kedua, kita menyaksikan  beberapa peralihan kekuasaan di Indonesia. Orde Lama datang dengan fokusnya di bidang politik. Lalu Orde Baru menggantikan Orde Lama, fokus bangsa ini bergeser dari politik ke ekonomi. Selanjutnya masa reformasi menggantikan Orde Baru. Di masa reformasi, titik tekannya ada pada masyarakat. Gelombang kedua ini kita sebut sebagai proses ‘menjadi negara-bangsa modern’,” ungkap Anis.

Saat ini, menurut Anis, masyarakat Indonesia bersiap memasuki gelombang ketiga. “Gelombang ketiga ini dicirikan dengan munculnya masyarakat indonesia dengan lima ciri, yaitu populasi masyarakat didominasi orang muda – terutama yang berumur 45 tahun ke bawah, berpendidikan bagus, berpenghasilan bagus, terkoneksi dengan baik, dan warga negara asli demokrasi (native democracy),” jelas Anis.

Dengan demikian, Anis berpendapat, dibutuhkan pemimpin yang cocok dengan kondisi masyarakat. Zaman berubah, masyarakat berubah, maka perlu pemimpin yang memahami perubahan ini. “Kita harus mencari pemimpin yang bisa mewakili pikiran, budaya, dan kepribadian dari generasi gelombang ketiga ini,” pungkas Anis. (DLS/MFS/anismatta.net)

Antara Habibie dan Anis....

(Dikutip dari www.pkspiyungan.org edisi 8 Februari 2014)