• The Class of 2013

    (Ki-ka) Atas: May, Dania, Ulin, Arin, Rina ; Tengah: Rafiq, Bekti, Fikri, Bayu, Me ; Bawah: Hendra, Akbar

  • PH AB FPIK Undip 2013

    (Ki-ka) Atas: Hendra, Fikri, Akbar, Me, Rafiq ; Tengah: Bekti, Arin, May, Rina, Bayu ; Bawah: Dania, Ulin

  • Keluarga Besar DW Pak Ibnu

    (Ki-ka) Atas: Aufa, Apink, Harya, Yudha, Dimdut, Dimcil ; Tengah: Nadya, Mu'adz, Me, Pak Ibnu, Arin, Isna, Iif ; Bawah: Diana, Ine, Kamto, Nia, Susi

  • BEM FPIK Undip

    Cukup nama yang 'eksekutif', namun pengurusnya bukan orang "eksklusif" (karena BEM juga manusia biasa)

  • Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma)

    Sejahtera mahasiswa itu ada 2, yaitu sejahtera dari biaya kuliah (tidak memberatkan) dan sejahtera dari nilai akademis (IPK bagus)

  • INSANI 2014

    Karena persaudaraan itu indah...

  • #SalamEKSIS

    INSANI Media Center (IMC) 2014............. (Ki-ka) Atas: Wildan, Me, Fauzan ; Tengah: Hana, April, Diana ; Bawah: Khikmah, Marlia ; Hidden: Reni, Elita, Hanum

  • SEMNAS FARMASea

    What Should Marine Scientist do for Industries?

  • #YukSenyum

    Karena Senyum adalah shodaqoh yang paling mudah

  • #MelanglangBuana

    at BPOL (Balai Penelitian dan Observasi Laut)

  • #MelanglangBuana

    at SEACORM BENCHMARK, Jembrana, Bali

  • Di Nusa Dua, Bali

    Sayang nggak bisa mampir ke acara APEC 2013 kemarin

Showing posts with label Internasional. Show all posts

Sebuah Pesan Kepada Dunia, Semangat Palestina Hadapi Piala Asia


Apa yang ada dibenak kita ketika mendengar kata Palestina? Apakah identik dengan wilayah konflik, pertempuran melawan 'negara' tetangganya? Jika masih seperti itu, lupakan sejenak untuk saat ini, dan mari kita baca artikel berikut :

"Setelah bersemangat dengan kampanye untuk masuk kualifikasi Piala Asia untuk pertama kalinya, Palestina telah kehilangan pelatih, menghadapi pembatalan pertandingan-pertandingan persahabatan, mendapati para pemain dilarang bepergian dan terlibat konflik berdarah.

Namun tim Palestina menolak untuk patah arang.

Beberapa pihak memperkirakan keberadaan mereka di Australia tidak akan lebih lama daripada babak grup, dimana mereka menghadapi juara bertahan Jepang, mantan pemenang Irak dan sesama grup Asia Barat yaitu Yordania, namun hal itu tidak menjadi kendala bagi tim berperingkat 113 di dunia itu.

Kemenangan terbesar mereka telah dicapai, yaitu kesempatan untuk menunjukkan pada dunia mereka memiliki tim yang mampu berkompetisi melawan tim-tim papan atas Asia meski banyak masalah menghadang.

“Ini peristiwa bersejarah untuk kami,” ujar pemain depan Ashraf Nu’man pada FIFA.com.

“Tujuan kami adalah untuk menunjukkan pada dunia bahwa tim nasional Palestina terus maju meski menghadapi banyak kesulitan. Kami ingin menunjukkan bahwa para pemain Palestina berhak bermain dan berkembang. Kami juga ingin membuat rakyat kami kembali tersenyum dan para penggemar kembali bahagia,” katanya.

Pertandingan pembuka melawan Jepang (pada 12 Januari) akan menjadi pertandingan yang berat karena mereka dianggap salah satu tim terbaik Asia. “Para pemain Jepang lebih baik dari kami,” ucap Nu’man.

Tim Palestina pergi ke Maladewa untuk Challenge Cup Mei lalu dengan kekurangan enam pemain karena pembatasan gerak di luar Palestina.

Dengan sebagian besar dari pemain yang tidak hadir adalah penyerang, Nu’man dipaksa maju ke depan meski ia adalah pemain tengah dan bermain baik, membuatnya menjadi penyarang gol terbanyak dengan empat angka.

Sementara para anggota tim berjuang melawan mabuk laut karena perjalanan dengan kapal yang sepertinya tak ada akhir untuk mencapai pertandingan, sesi latihan dan hotel, Nu’man membuktikan bahwa ia memiliki tekad berjuang — menghasilkan satu-satunya gol dalam final saat mengalahkan Filipina untuk mendapatkan tempat di Australia.

Tiket emas tersebut merupakan momen bahagia singkat yang diikuti dengan periode kegelapan.

Mantan pemain internasional Ahed Zaqout, salah satu pemain terbaik Palestina yang pernah ada, tewas oleh bom Israel yang menimpa apartemennya di Gaza pada Juli dalam konflik yang menewaskan lebih dari 2.100 warga Palestina dan lebih dari 70 warga Israel.

Pelatih Jamal Mahmoud mundur karena “alasan pribadi” akhir tahun lalu, digantikan oleh wakilnya Ahmed Al Hassan, tak lama sebelum kantor-kantor Asosiasi Sepak bola Palestina diserbu pasukan Israel November.

Sebuah pertandingan melawan Irak minggu lalu dibatalkan di menit terakhir karena alasan yang tidak jelas, sementara pekerjaan Al Hassan bersama timnya yang berkomitmen besar tidak optimal karena pembatasan-pembatasan yang ada.

Tak tergoyahkan, rakyat Palestina bersemangat dengan peluang global Piala Asia.

“Ini hal yang besar karena kehidupan di Palestina sangat sulit dan semua bidang olahraga memiliki banyak masalah,” ujar Mahmoud.

“Ini peluang mengirimkan pesan ke seluruh dunia bahwa kita dapat berprestasi jika mendapat tempat, jika mendapat peralatan, diizinkan keluar dan kami mengirim pesan bahwa kami ingin perdamaian.” (zk/knrp)

#SupportPalestine
#SavePalestine
#SpiritForPalestine

Sumber : www.pikiran-rakyat.com

Sisi Lain Istilah ''May Day''


Mengapa tanggal 1 Mei yang dikenal dengan "May Day" itu menjadi hari buruh internasional? Menurut berbagai catatan, penetapan Hari Buruh pada 1 Mei terkait dengan peristiwa Haymarket yaitu unjuk rasa besar-besaran pekerja di Amerika Serikat, menuntut 8 jam kerja per hari.

Aktor di balik gerakan tersebut adalah Federation of Organized Trades and Labor Union. Tuntutan pengurangan jam kerja itu juga sudah menjadi gerakan dunia antara lain dalam Kongres Buruh Internasional pertama di Jenewa, Swiss.

Pada 1 Mei 1886, ratusan ribu pekerja turun ke jalan untuk mendesak pemberlakuan 8 jam kerja. Pada waktu itu, waktu kerja pekerja bisa sampai dengan 20 jam per hari.

Puncak dari aksi buruh terjadi setelah unjuk rasa berjalan 4 hari. Pada 4 Mei 1886 itulah terjadi kekerasan dari aparat keamanan. Ratusan peserta unjuk rasa tewas. Pimpinan aksi pun ditangkapi polisi.

Sisi lain dari istilah "May Day"

Namun ada sisi lain dari istilah peringatan "May Day" itu sendiri, menurut banyak catatan istilah tersebut lebih cenderung merupakan perayaan kaum Paganis (penyembah berhala) di banyak negara-negara Eropa.

May Day sendiri telah menjadi hari libur musim panas tradisional di banyak budaya pagan Eropa sebelum Kristen berkembang. Sementara 1 Februari adalah hari pertama musim semi, maka 1 Mei adalah hari pertama musim panas.

Dalam Katolik Roma tradisi 1 Mei diamati sebagai bulan Maria, dan dalam lingkaran peringatan May Day biasanya dijadikan perayaan untuk Santa Perawan Maria.

Awal perayaan May Day sendiri muncul di era sebelum berkembangnya agama Kristen, dengan adanya festival Flora, untuk memperingati dewi bunga Romawi, serta perayaan malam Walpurgis di banyak negara-negara bagian Jerman.

Namun perayaan pagan tersebut mulai ditinggalkan setelah Eropa mulai dimasuki ajaran Kristen. Akan tetapi bentuk awal dari May Day yang dikaitkan dengan dewi bunga Romawi terus berlanjut dengan masih berlangsungnya tarian bunga yang direkonstruksi oleh Kelompok-kelompok neopagan.

Di Irlandia May Day telah dirayakan sejak zaman pagan sebagai pesta Bealtaine dan beberapa waktu kemudian hari itu diperingati sebagai hari Maria. Secara tradisional, api unggun dinyalakan untuk menandai datangnya musim panas dan untuk menghalau malam panjang musim dingin.

May Day di Inggris sudah ada sejak jaman pagan Anglo-Saxon, namun di kemudian hari menjadi hari perayaan tradisional selama berabad-abad. May Day di Inggris terkait perayaan musim semi kesuburan dan pesta pora yang meriah di desa-desa dan kota. Sejak reformasi Kalender Katolik, 1 Mei dijadikan Hari peringatan St Yusuf Pekerja, seorang santo pelindung para pekerja.

Di Hawaii , May Day juga dikenal sebagai hari Lei, dan biasanya disisihkan sebagai hari untuk merayakan budaya pulau Hawaii dalam budaya umum dan asli pada khususnya. Perayaan itu diciptakan oleh seorang penyair dan kolumnis surat kabar lokal pada tahun 1920, sejak saat itu diadopsi oleh pemerintah negara bagian dan lokal serta warga menjadi perayaan musim semi secara umum.

Secara umum hampir di seluruh negara-negara Eropa yang merayakan "May Day", peringatan, perayaan serta pesta pada tanggal 1 Mei tidak lepas dari adanya unsur bunga, karena memang aslinya May Day itu sendiri untuk mengenang Dewi Flora yang merupakan dewi bunga kaum Romawi kuno.

Nah, sekarang sudah tahu kan sejarah penamaan istilah "May Day" itu seperti apa. Pembahasan ini hanya mengulas tentang istilah "May Day" yang akrab ditelinga, namun jarang diketahui maknanya. Kalau berbicara tentang kesejahteraan, itu kan bisa dibahas kapan saja, tak hanya tanggal 1 Mei. Semoga bermanfaat...

(AK21/Dari berbagai sumber dengan sedikit penyesuaian/www.globalmuslim.web.id)