• The Class of 2013

    (Ki-ka) Atas: May, Dania, Ulin, Arin, Rina ; Tengah: Rafiq, Bekti, Fikri, Bayu, Me ; Bawah: Hendra, Akbar

  • PH AB FPIK Undip 2013

    (Ki-ka) Atas: Hendra, Fikri, Akbar, Me, Rafiq ; Tengah: Bekti, Arin, May, Rina, Bayu ; Bawah: Dania, Ulin

  • Keluarga Besar DW Pak Ibnu

    (Ki-ka) Atas: Aufa, Apink, Harya, Yudha, Dimdut, Dimcil ; Tengah: Nadya, Mu'adz, Me, Pak Ibnu, Arin, Isna, Iif ; Bawah: Diana, Ine, Kamto, Nia, Susi

  • BEM FPIK Undip

    Cukup nama yang 'eksekutif', namun pengurusnya bukan orang "eksklusif" (karena BEM juga manusia biasa)

  • Kesejahteraan Mahasiswa (Kesma)

    Sejahtera mahasiswa itu ada 2, yaitu sejahtera dari biaya kuliah (tidak memberatkan) dan sejahtera dari nilai akademis (IPK bagus)

  • INSANI 2014

    Karena persaudaraan itu indah...

  • #SalamEKSIS

    INSANI Media Center (IMC) 2014............. (Ki-ka) Atas: Wildan, Me, Fauzan ; Tengah: Hana, April, Diana ; Bawah: Khikmah, Marlia ; Hidden: Reni, Elita, Hanum

  • SEMNAS FARMASea

    What Should Marine Scientist do for Industries?

  • #YukSenyum

    Karena Senyum adalah shodaqoh yang paling mudah

  • #MelanglangBuana

    at BPOL (Balai Penelitian dan Observasi Laut)

  • #MelanglangBuana

    at SEACORM BENCHMARK, Jembrana, Bali

  • Di Nusa Dua, Bali

    Sayang nggak bisa mampir ke acara APEC 2013 kemarin

Showing posts with label Curahan Hati. Show all posts

Bismillah, 30 Impian Idaman Tahun 2018


30 IMPIAN IDAMAN TAHUN 2018
1. Berbakti kepada ortu diperbanyak
2. Menyelesaikan segala urusan 5x lebih cepat dari biasanya
3. Bersama teman dan sahabat belajar jadi hamba yang sholeh-sholehah
4. Membuatkan mahkota spesial untuk calon istri
5. Punya partner baru
6. Menulis dan menerbitkan buku (5 judul)
7. Membuat dan merilis film (3 judul)
8. Menerbitkan SOP Media Publikasi terbaru
9. Menjuarai minimal 5 lomba/kompetisi
10. Memberikan minimal 4 prestasi bagi PPIT Al Hikmah Boyolali
11. Membuat tayangan berbahasa Arab dan Inggris PPIT Al Hikmah Boyolali
12. Memperkenalkan kompetisi Perguruan Tinggi (PIMNAS, PMW, MTQMN, dll) kepada murid PPIT Al Hikmah Boyolali
13. Membuat inovasi baru bagi PPIT Al Hikmah Boyolali
14. Mempromosikan PPIT Al Hikmah Boyolali "Go International"
15. Bisa jalan-jalan keliling dunia (3 negara)
16. Bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa kuliah, di BEM, Senat, Rohis, KAMMI, INSANI TV, KUC, dll
17. Menjalin silaturahmi berkelanjutan dengan dosen dan sahabat kampus
18. Mengembangkan brand/aset semasa kuliah lebih luas lintas universitas dan provinsi berskala nasional
19. Memperbanyak menulis dan membaca buku/lembaran saat waktu senggang (mengurangi penggunaan gadget)
20. Mempersiapkan planning lanjut S2 beasiswa
21. Mendirikan komunitas baru berbasis sosial kemanusiaan di Undip
22. Mewujudkan 1 spot destinasi baru FPIK Undip bagi civitas akademika kampus dan masyarakat umum
23. Membuat usulan gagasan pembangunan Universitas Diponegoro
24. Membuat usulan gagasan pembangunan Masjid Kampus Undip
25. Membuat usulan gagasan pembangunan Tembalang
26. Membuat usulan gagasan pembangunan Semarang
27. Membuat usulan gagasan pembangunan desa di Boyolali
28. Menyusun rekapitulasi Laporan Hasil Kegiatan, Kinerja, dan pengeluaran E-RAB bulanan lebih rapi & terstruktur
29. Mentargetkan pengeluaran belanja pribadi E-RAB tidak lebih dari Rp 5 juta/tahun
30. Istiqomah mendoakan ortu, keluarga, kerabat, guru, murid, teman dan sahabat setiap hari sepanjang tahun
"Seseorang bisa sukses dan menjadi orang luar biasa karena punya mimpi yang luar biasa pula. Maka bermimpilah! Dan segera wujudkan mimpi itu menjadi impian nyata."
Ya Allah, apabila impian ini adalah yang terbaik bagiku, maka kabulkanlah. Dan jika tak tercapai, maka jadikan itu yang terbaik pula bagiku untuk kebaikanku di masa yang akan datang. Aamiin...
Bismillah - Ikhtiar - Tawakkal
Boyolali, 10 Januari 2018
Aji Kurniawan AP

Ternyata Diriku Masih Pemalu


Sebuah cerita nyata, suatu hari di moment yang sangat spesial. Aku baru menyadari bahwa ternyata diriku masih pemalu. Ketika seorang lelaki berusia 24 tahun yang hampir sewindu merantau di kota dengan segala dinamikanya, ternyata masih pemalu berada di kawasan para perempuan berhijab untuk memenuhi sebuah kebutuhan.

Alangkah pemalunya diri ini, ketika pertama kali diriku sungkan memenuhi kebutuhan perut alias makan pagi hari itu. Ketika mau tidak mau harus datang ke tengah kawasan muslimah. Saking malunya, diriku harus mengajak seorang guru laki-laki untuk menemani.

Tak sampai disitu. Setelah selesai makan, aku pun malu untuk mendekat ke tempat cuci saat mendapati ada seorang muslimah sedang mencuci piring ketika di saat yang sama diriku juga hendak mencuci piring sendirian lantaran makanku paling akhir.

Saking malunya, aku pura-pura balik badan dan mengobrol tentang agenda qurban dengan guru yang ku ajak tadi sembari menunggu perempuan muslimah tersebut selesai mencuci piring.

Iya, ini benar-benar pura-pura. Serius! Tujuanku berbalik badan dan mengobrol tadi sebenarnya hanyalah “alasan” untuk menunggu si perempuan selesai mencuci piring yang sepertinya butuh waktu yang tidak sebentar. Sampai sebegitunya.

Jika diriku tak mengajak seorang guru laki-laki tadi, entah apa yang akan ku lakukan. Mencuci bareng? Bisa-bisa muncul pihak ketiga “tak kasat mata”. Menyuruh segera mempercepat? Terkesan tak sabar. Mati kutu atau berdiam di tempat menunggu seorang diri, adalah kemungkinan terbesar yang akan terjadi jika sendirian.

Ternyata diriku masih pemalu. Ini adalah pengalaman pertama dalam hidup. Semoga saja, pengalaman berikutnya akan membuat diriku terbiasa dan bersyukur. Tentu dengan adab dan kesantunan yang tetap menjadi nomor satu. (AK24)

Boyolali, 1 September 2017

Dia Adalah Adekku, Dan Aku Bersyukur


Ahad, 2 Juli 2017, sekitar jam setengah sepuluh malam, aku memposting sebuah foto di akun media sosial pribadiku. Foto itu aku posting untuk mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Karena memang sebelumnya aku belum memberikan ucapan, khususnya kepada teman-teman jauhku lewat media sosial.

Dari foto yang ku posting untuk ucapan Hari Raya tersebut, muncul komentar dari teman-temanku, lebih tepatnya pertanyaan, lantaran di dalam foto itu hanya ada diriku dengan seorang perempuan disamping kiri tempatku berdiri. Dekat, dan hanya berdua.

"Siapa perempuan itu?" begitulah inti pertanyaan dari teman-temanku. Ada juga yang berkomentar iseng. Entah apa maksudnya jika aku yang melakukan, aku santai aja.



Karena teman-temanku pada yang bertanya siapa perempuan itu, maka aku jawab dan jelaskan lewat tulisan ini.

Perkenalkan, perempuan itu adalah adikku. Iya adikku. Namanya Faza Sukma Aulia. Panggilannya Faza atau Aza. Untuk umur, adekku ini udah cukup dewasa. Lihat saja tingginya, udah sampai leherku.

Itulah jawaban jika ditanya pertanyaan khusus, "Siapa perempuan itu?" maka aku jawab, "Ia adalah adikku, dan aku bersyukur". Bersyukur punya adek seperti dia. Sholehah, di sekolah dapat rangking, dan patuh kepada orang tua. Insya Allah.

Kalau sebelumnya ada yang mengira dia bukan adekku, melainkan perempuan lain, atau menebak siapanya aku, nggak apa-apa. Santai.

Karena bertahun-tahun aku kuliah, sejak awal jadi mahasiswa hingga aku lulus dan tinggal wisuda, memang baru pertama kali ini aku memposting foto dan menyampaikan ini jika aku punya adek perempuan.

Sebenarnya diriku bukan termasuk orang yang rajin upload foto di Instagram atau update status di akun media sosial pribadi yang isinya curhatan semu. Paling 5 hari sekali atau seminggu sekali baru update. Jarang jika kurang dari.

Kecuali jika diberi amanah di bidang ini. Kalau soal itu, bisa jadi tiap hari aku buka akun media sosial. Tapi bukan untuk update di akun pribadi, melainkan memantau akun organisasi atau yang bersangkutan agar terjaga kontinuitas publikasinya.

Kalau aku update, biasanya yang ku posting adalah hasil pemikiran, gagasan, ide, atau hal yang bernilai dan punya esensi, atau yang benar-benar berkesan bagi diriku. Dan kali ini, aku mengucapkan selamat Hari Raya dengan adekku ini karena aku sayang kepadanya.

  
Dia adalah adekku, dan aku bersyukur. Karena baru pertama kali dalam hidupku, aku bisa merasakan kebersamaan ini bersama adekku. Di moment yang spesial, dengan latar gerbang ukiran berwarna kuning emas di suatu tempat yang Insya Allah berkah. Aamiin...
________________


Aji Kurniawan AP | Semarang, Selasa, 10 Syawal 1438 H / 4 Juli 2017 M | Pukul 19.52 WIB

INSANI TV Ke Depan Mau Gimana Mas? Ini Jawaban Saya



Assalamu’alaikum wr wb….

Banyak orang yang bertanya, “INSANI TV ke depan mau gimana mas?”. Begitulah kurang lebih nada pertanyaan yang sering saya dengar dari adek kelas dan teman-teman lainnya. Untuk itu, lewat postingan blog ini, izinkan saya menyampaikan harapan ke depan terkait INSANI TV :


1. Bekerja dengan Hobi

Buat adek-adek yang sekarang menjadi kru INSANI TV hasil oprec tahun kemarin, ini pesan pertama yang ingin mas sampaikan. Jadilah adek-adek di INSANI TV ini ketika melakukan peliputan, lakukanlah atas dasar hobi. Karena orang yang hobi, ia akan bekerja dengan cinta. Ia bekerja bukan karena tuntutan, melainkan kesukaan. Bahkan, apabila pekerjaan itu sudah menjadi hobi, ketika ia menjalankan amanah (proker) tersebut seolah bukan seperti sedang proker yang diberikan atasan, tapi seperti sedang ‘bermain’ dengan apa yang dia sukai. Jika sudah seperti ini, apapun kendala & tantangan yang nantinya menghadang, ia akan terus maju dan maju untuk bekerja dengan kesukaan itu.

Maka dari itu, buat adek-adek kru INSANI TV semuanya, jika membaca artikel blog ini, inilah pesan penting yang ingin mas sampaikan. Meski sudah tidak menjabat sebagai Kadept IMC lagi, mas merasa masih memiliki tanggungjawab kepada adek-adek kru INSANI TV semua terkait prinsip yang sama-sama harus kita ketahui. Apalagi INSANI TV memang baru dimulai pada kepengurusan mas. Itu pesan mas buat adek-adek INSANI TV. Mari lakukan ini semua dengan hobi.


2. Kru INSANI TV tetap jalin komunikasi & silaturahim

Adek-adek INSANI TV yang saya sayangi, sadarilah bahwa kalian dipertemukan lebih dari pertemuan biasa. Kita disini adalah saudara, meski berbeda fakultas kita sama-sama satu kampus. Manfaatkan forum ini untuk terus menjalin komunikasi & silaturahim. Siapa tahu, kelak suatu saat nanti, teman satu kru di INSANI TV menjadi satu-satunya orang yang bisa membantu kita ketika tidak ada orang yang mampu membantu selain dia. (Bagi orang yang sudah ditunjuk untuk PJ INSANI TV di tahun 2014 kemarin bisa menyampaikan ini ke kru INSANI TV yang lain.) #SemangatYa


3. Kru Tetep Semangat & INSANI TV ini terus eksis sampai tahun – tahun berikutnya

Sudah jelas ini merupakan harapan yang pasti. INSANI TV diharapkan bisa terus eksis untuk menyebarkan informasi yang bermanfaat kepada yang lain. Apabila ada ‘tantangan’ terkait keahlian mengedit video untuk menghasilkan efek yang sama seperti INSANI TV di tahun perdana (2014), temen-temen bisa memakai aplikasi lain yang dikuasai. Beda tidak masalah. Yang penting jangan berhenti untuk mencoba.


4. Kajian pekanan di Masjid Kampus bisa ditayangan

Saya sengaja menyarankan hal ini sebenarnya kajian di Maskam sangat bagus jika ditayangan di INSANI TV. Suatu hal yang tidak kesampaikan pada tahun 2014 lalu. Untuk merealisasikannya, bisa bekerja sama dengan pihak Masjid Kampus (Maskam).


5. Program “TV PIMNAS” tetap berjalan.

Harapan besar dari saya program TV PIMNAS INSANI TV yang sudah ada ditahun perdana pada 2014 lalu di bisa berlanjut ditahun 2015 dan seterusnya. Buat adek-adek kru, serta alumni IMC 2014 “EKSIS”, perlu diketahui saya masih memiliki beberapa rekaman video hasil liputan PIMNAS 2014 yang kemarin digelar di Undip yang belum terpublish menjadi tayangan berita. Meski video itu merupakan rekaman PIMNAS tahun lalu, saya merasa video itu layak untuk diketahui bersama oleh seluruh “civitas akademika” Undip. Saya merekomendasikan itu.

Itulah harapan saya untuk TV PIMNAS. Bahkan, jika boleh “berharap” lebih tinggi lagi, mas ingin INSANI TV ini memang benar-benar menjadi TV PIMNAS, “The Real TV PIMNAS”. Artinya, setiap tahun INSANI TV selalu memberitakan kegiatan PIMNAS dari sebelum sampai PIMNAS digelar untuk kita sampaikan kepada warga Undip yang selama ini masih sedikit merasakan atmoster PIMNAS.

Arahan singkat begini, (#petunjuk), H-2 bulan / lebih sebelum PIMNAS digelar program TV PIMNAS diisi dengan “Bincang Santai” dengan beberapa narasumber. Bisa dari mahasiswa yang lolos PIMNAS tahun sebelumnya, atau dengan pejabat birokrasi terkait. Lalu saat PIMNAS, sebenarnya sih, besar harapan dari saya Kru INSANI TV bisa ikut ke kampus tempat digelarnya PIMNAS dan melaporkan langsung dari sana.

Mungkin beberapa menganggap ini terlalu “berlebihan”. Melihat INSANI TV Ini barulah sebatas program kerja dalam suatu departemen UKM INSANI Undip. Tapi yang perlu diketahui disini adalah, kita menginginkan supaya INSANI TV bisa berperan sebagai sarana yang bisa memberikan informasi bermanfaat tentang PIMNAS kepada warga Undip. Agar seluruh elemen  civitas akademika di Undip memiliki lebih banyak gambaran seputar PIMNAS. Tidak hanya mereka-mereka yang pernah ikut dalam ajang tersebut. Sehingga dengan seperti itu sedikit banyak bisa memberikan referensi dan langkah apa yang akan ditempuh untuk terus meningkatkan prestasi Undip diajang PIMNAS.

Satu hal lagi yang ingin saya sampaikan disini, saya melihatnya sendiri ketika berkesempatan meliput bersama staf IMC tahun lalu, bahwa 2 dari 3 PTN yang menjadi 3 Besar Juara PIMNAS 2014 kemarin, mereka menyertakan kru TV dari kampus mereka lengkap dengan peralatan jurnalistiknya, yang meliput segala macam kegiatan PIMNAS untuk dikirim ke kampus masing-masing sebagai bahan evaluasi dan referensi guna persiapan PIMNAS tahun berikutnya.

Itu harapan besar dari saya pribadi agar INSANI TV juga bisa berkontribusi dalam PIMNAS untuk Undip. Pengalaman saat liputan PIMNAS 2014 Undip (di kampus sendiri) setidaknya menjadi modal berharga. Untuk bapak & ibu pejabat birokrasi universitas yang mungkin membaca ini, ya beginilah keinginan dari mahasiswa Undip untuk kampusnya.  







Beberapa contoh hasil liputan TV PIMNAS INSANI TV tahun 2014 di Undip

(Untuk liputan PIMNAS 2014, bisa klik link berikut : PIMNAS 2014 by INSANI TV)


6. INSANI TV beserta IMC GROUP punya ‘tempat’ di ICT Centre

Saya tidak menyalahkan jika ada yang geleng-geleng kepala dengan point yang satu ini. Berlebihan? Mungkin iya. Sebuah proker dari salah satu UKM Undip yang baru seumur benih jagung menginginkan untuk bisa memiliki ‘tempat’ di ICT Centre.


Gedung ICT Centre Undip Tembalang

Maksud dari ‘tempat’ ini adalah setidaknya untuk permulaan atribut INSANI TV seperti stand banner bisa terpampang di pintu masuk lobi lantai 1 ICT Centre. Sehingga keberadaan INSANI TV bisa lebih diketahui oleh lebih banyak orang. IMC GROUP juga demikian. 

Sedikit penjelasan, IMC GROUP adalah sebuah komunitas media-media rohis yang ada di Undip yang dibentuk pada kepengurusan Insani Media Center (IMC) Undip 2014 lalu. Sebagaimana tagline-nya “Media Community Diponegoro University”. Dan INSANI TV masuk dalam IMC GROUP ini. Tujuan dari IMC GROUP ini adalah mempersatukan program-program media rohis di Undip dalam satu nama bersama. Jadi, jika di rohis fakultas / jurusan punya program yang berhubungan media (TV, dsb), bisa langsung dimasukkan ke dalam komunitas ini, IMC GROUP. Itu tadi penjelasan singkat seputar IMC GROUP. Selain itu, orang yang menjadi bagian dari IMC GROUP ini adalah kru INSANI TV (baik hasil oprec maupun dari pengurus IMC) dan alumni IMC tahun sebelumnya yang masih ingin berkontribusi untuk INSANI TV.

Logo IMC Group Undip
Kembali lagi terkait harapan tadi, satu hal sebenarnya yang melatarbelakangi adanya harapan ini. Bahwa "rohis itu gak gitu-gitu aja", melainkan bisa “berkarya” untuk kampusnya, salah satunya lewat INSANI TV ini. Sebagaimana tagline yang ada pada INSANI tahun 2014 lalu, “Berkarya dengan Cinta untuk Undip & Indonesia.” Besar harapan INSANI TV bisa memberikan liputan yang tak hanya dari kajian di Masjid Kampus, tapi juga liputan aktivitas perkuliahan yang nanti bisa dinikmati mahasiswa lewat TV LCD yang saat ini sudah ada di beberapa gedung fasilitas kampus seperti ICT, Lobby UPT Perpustakaan WP dan sebagainya.

Memang di ICT Centre sudah ada program media lain yang lebih dulu mendapat ‘tempat’ bahkan ruangan disana. Setidaknya, INSANI TV & IMC GROUP nantinya bisa berkolaborasi.

####################################

Itu jawaban dari saya terkait pertanyaan tentang INSANI TV “mau  dibawa ke mana” ke depannya. Saya merasa perlu menyampaikan ini karena dimasa saya menjabat program INSANI TV ini dimulai.

Untuk pejabat birokrasi Undip, dosen, (calon rektor juga mungkin) yang juga membaca tulisan ini, inilah harapan dari segelintir anak didik di Undip yang ingin berkarya dan memberi manfaat untuk kampusnya, dari Kami sangat senang jika diizinkan terkait penjabaran point diatas dan mendapat dukungan dari kampus, sekecil apapun itu. Kami sangat berterimakasih.

Sebelum saya tutup, pesan untuk Kru INSANI TV, adek-adek semua, sadarilah bahwa tahun 2014 INSANI TV ini lahir bukan dari adanya fasilitas penunjang liputan maupun tempat syuting yang komplet, melainkan dari hobi. Hobi yang ingin kita representasikan dalam sebuah tayangan bernama INSANI TV dengan harapan bisa memberikan manfaat kepada yang lain dan tentunya buat diri teman-teman yang suka jurnalistik.

Jika berbicara fasilitas, mas akui adek-adek, kita amat sangat terbatas. Kamera, handycamp, segala macam alat yang digunakan untuk kegiatan jurnalistik lainnya, secara kelembagaan (INSANI-red) sampai saat kita tak punya. Alat yang selama ini digunakan untuk peliputan semuanya dari meminjam. Termasuk dalam PIMNAS 2014 kemarin.

Di PIMNAS 2014 kemarin, alhamdulillah-nya sekdept IMC 2014 mas, sedang bekerja sambilan disalah satu instansi di Jateng ketika Pemilu dan mendapatkan fasilitas handycamp untuk membuat liputan pencoblosan di TPS. Alhamdulillah handycamp itu bisa dipinjam untuk meliput PIMNAS yang sudah ditarget kurang lebih 3 bulan sebelumnya oleh IMC. Meski dengan konsekuensi jika rusak harus ganti rugi.

"Mic" juga demikian. "mic" yang selama ini dipakai INSANI TV, saat PIMNAS dan sebagainya, itu bukanlah "mic" betulan. Tapi "mic" dari bahan sterofom (gabus) yang dipoles sedemikian rupa menggunakan lakban hitam + print-print-nan kertas berlogo INSANI TV.

Mas mohon maaf jika dalam hal ini membuat adek-adek kru yang dulu ikut oprec kaget dan tak menduga akan keterbatasan fasilitas yang ada di INSANI TV. Karena dari hobi lah kita disini memulai. Keterbatasan fasilitas tak menjadi halangan untuk menghasilkan karya yang berkualitas.

Itu tadi pesan saya buat kepada adek-adek kru INSANI TV saat ini. Dengan sedikit cerita masa lalu.

Sekian dari saya. Sekali mohon maaf jika ada beberapa harapan yang mungkin ‘berlebihan’. Buat adek-adek kru INSANI TV serta IMC 2015 tetap semangat, teruslah berkarya & #SalamEKSIS selalu. INSANI TV ada untuk memberi manfaat. Semoga tulisan ini bisa menjawab pertanyaan yang selama ini diajukan ke saya terkait INSANI TV ke depan. Baru sebatas harapan, belum kenyataan. Wallahu’alam…

“Sesungguhnya Allah suka kepada hamba yang berkarya & terampil…” (HR. Ahmad)

“Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. Thabrani & Daruquthni)

Wassalamu’alaikum wr wb.



Semarang, 9 Maret 2015
(Mantan Kadept. IMC Undip 2014)

Sepucuk Surat untuk Pernikahan Amel & Beny


Surat utk pernikahan AB (Amalia Fitriyashari & Beny Budi Santoso)

Assalamu'alaikum wr wb...

Kpd yg berbahagia
Mas Beny & Amel
di tempat

Barakallah...

Kepada kalian berdua yg resmi menjadi pasangan suami istri. Saya mohon maaf tdk bs menghadiri undangan ke Pati pada Jum'at, 10 Okt 2014 ini karena ada keperluan akademik yg tdk bisa ditinggalkan. Pdhl sbnrnya saya sangat ingin datang ke Pati bersama teman2 FPIK lainnya (dan Insani).

Do'a saya utk kalian berdua, semoga kalian menjadi pasangan yg saling mencintai krn Allah. Itu yg terpenting diantara segalanya (selain do'a umum agar menjadi keluarga yg sakinah, mawaddah wa rahmah + tarbiyah dari saya).

3 pesan khusus yg ingin saya sampaikan kpd kalian (dan utk diri saya juga kelak), yakni :
- Jgn lupakan Allah & Rosul jk ingin slalu mendapat perlindungan-Nya
- Jgn lupakan ortu & mertua agar slalu mendapat do'a dari ibu bapak & keluarga
- Jgn pernah melupakan kehidupan2 di masa kuliah. Krn itulah yg membawa kita saling mengenal hingga moment bahagia ini datang.

Sekian surat pesan yg saya sampaikan. Selamat berbahagia utk kalian berdua. Barakallahulakum.... 

Wassalamu'alaikum wr wb.

Semarang, 10 Okt 2014
ttd
Aji Kurniawan A.P

Surat Ramadhan Untuk Para Sahabatku


.: MARHABAN YAA RAMADHAN 1435 H :.

Kepada:
Yang saya sayangi
Teman-teman dimanapun berada

Assalamu'alaikum wr wb...

Teman-teman semua yang dirahmati Allah, lewat secarik tulisan kertas ini, saya memohon maaf jika selama ini ada salah dengan kalian. Yang kedua, kepada teman-teman semua, selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1435 H. Semoga amalan kita diterima Allah dan outputnya nanti benar-benar bisa meningkatkan iman kita. Sehingga setelah Ramadhan berlalu kesungguhan kita dalam ibadah, dalam melaksanakan amalan yaumiyah (tilawah, sholat fardhu berjama'ah, Dhuha, dll) tetap terjaga. Tidak hanya dilakukan pada bulan suci ini.

Cukup sekian pesan yang ingin saya sampaikan kepada teman-teman semua. Meski tak banyak retorika, tak sebagus bait-bait pantun, namun seperti inilah harapan yang ingin sangat saya sampaikan dari hati yang paling dalam.

Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya dan menjadi orang yang bertaqwa. Aamiin... 

Wassalamu'alaikum wr wb.

Semarang, 1 Ramadhan 1435 H

Ttd.
Aji Kurniawan A.P

Sepucuk Surat Untuk Para Wisudawan


Ini adalah sepucuk surat yang saya tulis untuk rekan-rekan mahasiswa yang telah lulus dan di wisuda pada acara WISUDA ke-134 UNDIP tanggal 29-30 April 2014. Barakallah, sukses selalu dan jangan lupa untuk saling mendo'akan dalam kebaikan. Semoga kelak bisa bertemu kembali :)