DP Terbaik Al-Bahrain FPIK Undip 2014

Terimakasih atas apresiasi yang diberikan sebagai DP (Dewan Pembina) Terbaik Al-Bahrain FPIK Undip 2014. Semoga ilmunya bermanfaat dan bisa disalurkan kepada generasi-generasi selanjutnya. Aamiin....

0 comments:

RAB Bulan November 2014


Data Rekapitulasi Anggaran Belanja (RAB) November 2014 :

Total Pengeluaran : Rp 340.400,00,-
Rata-Rata Pengeluaran Harian : Rp 10.980,65,-
Naik/Turun Dari Bulan Sebelumnya : Naik Rp 167.100,00,-
Margin Error : (-/+) 5 Persen
*) Pengeluaran tidak termasuk keperluan bisnis & investasi

- Pengeluaran bulan November 2014 cenderung memperlihatkan grafik yang fluktuaktif, terutama mulai pertengahan bulan. Hampir menyentuh level toleransi Rp 400.000,00,-
- Tidak ada hari yang menunjukkan pengeluaran Rp 0 (tanpa pengeluaran)
- Pengeluaran terbesar terjadi pada 23 November 2014 (Rp48.800,00,-)
- Kenaikan BBM per tanggal 17 November 2014 lalu tidak terlalu berdampak pada RAB bulanan. Total Konsumsi BBM Rp 30.000,00,-
- Secara umum kondisi finansial bulan November bisa dikatakan 'Siaga 1' karena total pengeluaran hampir menyentuh Rp 400.000,00,-. Pergerakan grafik juga menunjukkan kondisi yang sangat fluktuaktif.

0 comments:

Alasan Dibalik Larangan Bersentuhan Selain Mahrom



Bagi pasangan lelaki dan perempuan yang sedang pacaran atau bertunangan, inilah alasan dan sebab mengapa anda tak perlu bersentuhan dengan bukan mahram atau pasangan masing-masing di luar sana. Lihat TANDA MERAH dalam gambar di bawah.

Kajian menunjukkan bagian berwarna merah adalah peningkatan suhu yang tinggi di kawasan tersebut. Jadi berpegangan tangan, jantung seorang perempuan akan berdegup kencang karena cinta dan kasih sayang. Sedangkan lelaki berdegup di otak dan kemaluan kerana nafsu semata-mata.

Dari Ma’qil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

لأَنْ يُطْعَنَ فِي رَأْسِ رَجُلٍ بِمِخْيَطٍ مِنْ حَدِيدٍ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَمَسَّ امْرَأَةً لا تَحِلُّ لَهُ

“Ditusuknya kepala seseorang dengan pasak dari besi, sungguh lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang bukan mahramnya.” (HR. Thobroni dalam Mu’jam Al Kabir 20: 211. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ مَعَ ذِي مَحْرَمٍ

“Sekali-kali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 3259).

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَى مُدْرِكٌ ذَلِكَ لاَ مَحَالَةَ فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ وَالأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الاِسْتِمَاعُ وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلاَمُ وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ

“Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman

قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat’”.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, :

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

Tidak pernah aku tinggalkan fitnah yang lebih berbahaya terhadap kaum pria daripada fitnah para wanita.[HR Al-Bukhari no 5096]

Setelah kita mengetahui tentang larangan dan bahaya bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahram berdasarkan hadits di atas

MASIHKAN ANDA BERPACARAN..???

Copas Akh Abdil Muhsin Hari Al-Kadiry

SILAHKAN SHARE semoga bermanfaat...

Sumber : FB Daarut Tauhid

0 comments:

Kepengurusan Baru, Hindari 'Bongkar Muat' Departemen


Bulan Desember hingga pergantian tahun biasanya menjadi awal moment bergantinya tampuk kepemimpinan suatu organisasi di lingkungan kampus. Dimana suatu kampus terdapat banyak sekali organisasi atau lembaga kemahasiswaan.

Bergantinya tampuk kepemimpinan yang ditandai dengan sebuah reorganisasi, suksesi, musyawarah besar (mubes), muktamar, atau apapun namanya guna memilih pemimpin baru, tentu akan diikuti dengan komposisi kepengurusan yang baru pula didalam struktur bidang/departemen kelembagaan.

Bicara tentang komposisi kepengurusan di bidang/departemen suatu lembaga, ada satu hal yang ingin saya sampaikan disini, yakni terkait penyusunan komposisi pengurus departemen selanjutnya, baik pengurus yang lama/sudah menjabat di organisasi sebelumnya, maupun calon pengurus yang baru yang dihasilkan dari sebuah open recruitment (oprec).

Dari 2 hal tadi, saya disini hanya ingin membicarakan seputar pengurus lama. Langsung to do point saja, ada satu “hal” yang sepertinya harus segera dihilangkan setiap kali dibentuk struktur kepengurusan baru (setidaknya jika “hal” tersebut masih ada di suatu lembaga. Jika sudah tidak ada, Alhamdulillah. Berarti lembaga tersebut kaderisasinya jalan).

Apa “hal” yang saya maksudkan disini? Sebenarnya, jika “hal” ini disebut sebagai budaya atau kebiasaan saya tidak tega karena tidak ingin men-just langsung & keseluruhan, karena saya juga tidak tahu menahu secara detail seperti apa kondisi lembaga yang ada di kampus-kampus. Dalam pembahasan ini, anggap saja ada lembaga “X” yang kita jadikan subject pembahasan kita disini.

Ada 1 hal yang tidak boleh sampai menjadi kebiasaan di lembaga “X” ini setiap kali dibentuk kepengurusan baru. Yakni kebiasaan mengganti hampir seluruh komposisi pengurus dalam suatu bidang/departemen tanpa menyisakan orang-orang yang sebelumnya pernah menjabat. Keadaan seperti ini saya menyebutnya dengan istilah “Departemen Bongkar Muat”.

Dalam arti lain, “jangan sampai kepengurusan baru dalam suatu bidang/departemen adalah orang-orang baru semua”. Kenapa demikian?

Jelas menurut saya kondisi ini sangat amat tidak ‘menyehatkan’ bagi suatu departemen dan organisasi itu sendiri. Bayangkan saja, jika tiap kali dibentuk kepengurusan baru, orang-orang yang ada disebuah bidang/departemen adalah orang-orang baru semua, kepada siapa mereka nanti memperoleh pengajaran, pembelajaran dan bimbingan tentang bagaimana harus menjalankan proker?

Kemana pula pengurus lama yang seharusnya memberikan ilmu yang didapat selama hampir setahun kepengurusan kepada adek-adek penerusnya nanti (kalau udah lebih dari 2 tahun menjabat atau diwisuda serta tetap menjalin komunikasi tidak masalah, tapi kalau sama sekali tidak mencakup kriteria tadi yang menjadi pertanyaan)? Apakah hanya diserahkan kepada kepala bidang/departemen baru yang dipilih untuk menanggungnya sendirian?

Jika kondisinya seperti ini, timbul pertanyaan juga ke mana hasil pembelajaran & kaderisasi yang dijalankan dalam suatu bidang/departemen selama setahun sebelumnya?

Malangnya lagi, kalau ada staf yang sudah dibina hampir setahun, pada saat memasuki tahun ke-2 kepengurusan, dia nya malah nggak lanjut. Istilah jawa nya "nelongso" banget pasti senior yang membina.

Itulah mengapa, alangkah baiknya kepengurusan baru dalam suatu bidang/departemen adalah bukan orang-orang baru semua. Tapi isilah dengan beberapa orang yang dulunya sudah pernah menjabat. Hal itu dimaksudkan supaya ilmu yang selama ini didapat oleh senior bisa tersampaikan secara kontinyu kepada adek-adek kepengurusan baru. Jangan tiap kali kepengurusan baru, semua harus dimulai dari awal. Kadept/Kabidnya yang baru bingung harus bagaimana, apalagi stafnya nanti.

Mungkin ada bidang/departemen yang pada awal kepengurusan baru isinya adalah orang-orang baru semua, dan proker yang dijalankan juga tidak mengecewakan. Sah-sah aja sih emang. Tapi ingat bahwa orang-orang yang masuk organisasi, tak jarang dari mereka juga ingin mendapatkan satu hal yang mungkin tidak sempat mereka utarakan, yakni pembelajaran. Baik berupa ilmu, pengalaman, dan sebagainya.

Jadi di organisasi tidak hanya sekedar berpikir proker terlaksana, sukses, habis itu sudah, selesai. Bukan. Tidak cukup sampai disitu. Tapi alangkah mulianya ketika masuk di organisasi, dijadikan sebagai ladang untuk mengamalkan ilmu yang diperoleh kepada adek-adek pengurus baru, memberikan ilmu yang bermanfaat kepada generasi penerus. (syukur-syukur menjadi generasi pendobrak nama lembaga karena berhasil mengamalkan ilmu yang senior sampaikan).

Soalnya kapan lagi kita bisa demikian? Bersyukurlah orang-orang yang ikut organsiasi. Disitu kita bisa menjalin interaksi membangun, komunikasi dengan sesama, memiliki punya peran sosial yang lebih dibandingan dengan yang tidak ikut organisasi. Disinilah miniatur kehidupan kita sebelum benar-benar terjun ke masyarakat. Maka dari itu manfaatkan kesempatan tersebut semua untuk menyalurkan & mengamalkan ilmu yang kita dapat. Minimal ada niat dan usaha untuk itu.

Oleh karena itu, sekali lagi jangan sampai ada kebiasaan “Departemen Bongkar Muat” dalam suatu lembaga. Karena akan sangat tidak sehat bagi suatu lembaga ke depannya, dan proses kaderisasi juga akan dipertanyakan.

Tapi jadikanlah suatu organisasi sebagai ladang untuk beramal mengamalkan ilmu kepada mereka yang membutuhkan. Bicara organisasi bukan sekedar membahas bagaimana mensukseskan program kerja, tapi juga bagaimana kita memberikan pembelajaran dan manfaat kepada sesama, minimal lewat ilmu yang kita peroleh. Karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya.

Kesimpulannya, jangan gunakan kebiasaan bongkar muat departemen, tapi yang kita gunakan adalah “pengamalan ilmu” dari senior kepada junior dalam suatu departemen. Baik senior maupun junior, semoga bisa memahami akan hal ini.

Itulah yang saya sampaikan dalam tulisan kali ini. Semoga bermanfaat dan semua ini juga menjadi pembelajaran bagi saya dan yang lainnya. Sekiranya jika ada kalimat yang kurang berkenan dalam menyampaikan sudut pandang ini mohon dimaafkan.

Sekian, semoga kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama, dan dimudahkan dalam segala urusan. Aamiin….

#JustMyOpinion

Salam

[Photo by falkvingle.net]

(AK21/@AjiiKurniawan)

0 comments:

BBM Naik, Jokowi Punya ''Kartu Sakti'', Undip Punya ''Kupon Sakti''


Sudah lebih dari 2 pekan harga BBM naik, pemerintah pun mengeluarkan seribu satu cara sebagai konpensasi atas kebijakan yang tak popular tersebut, terutama untuk mereka yang tergolong rakyat miskin. Semua pasti sepakat, kebijakan yang paling pupuler di pemerintahan Jokowi-JK saat ini adalah dengan “kartu sakti”.

Apapun namanya, mau Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, dan kartu Indonesia-Indonesia yang –mungkin- nantinya akan terus dikeluarkan, ternyata di kampus Undip juga ada hal yang hampir mirip dengan “kartu sakti” tersebut.

Ya, seperti judul artikel ini, jika Jokowi punya “kartu sakti”, Undip punya “kupon sakti” khusus untuk pembelian BBM di SPBU Undip. Dan saya, termasuk salah satu yang mendapatkannya. Saya dapatkan beberapa saat usai pemerintah benar-benar menaikkan harga BBM bersubsidi pada Senin, 17 November 2014 lalu.

Kalau sedikit berceloteh, entah kebetulan atau tidak, karena saya mendapatkan “kupon sakti” ini tak lama setelah BBM naik, dan baru 2 bulan membawa motor ke Semarang, hal itu seolah-olah seperti konpensasi yang diberikan Undip kepada mahasiswanya supaya tetap bisa memenuhi kebutuhan BBM motornya. (kebetulan atau tidak yang jelas sudah takdirnya).

Dari mana dapatnya? Saya mendapatkannya dari sebuah acara tentang kewirausahaan yang digelar di salah satu fakultas di Undip. Ketika diberi kesempatan bagi audiens untuk bertanya, saya bertanya dan akhirnya mendapat sebuah doorprize. Ternyata doorprize tersebut adalah “kupon sakti” yang saya maksudkan tadi.

Bentuk dari “kupon sakti” berupa voucher BBM tersebut bisa dilihat seperti gambar yang saya tampilkan di artikel ini. Ada nominal Rp 10.000 dipojok kanan bawah, berarti voucher ini bisa ditukar dengan harga BBM senilai Rp 10.000. Disisi sebaliknya ada tanda persetujuan konsumen dengan pihak SPBU disertai dengan stempel resmi Undip.




Saya pun sudah mempraktekkan seperti apa ‘kesaktian’ kupon / voucher ini. Saya mulai berdasar rundown. Harga BBM naik tanggal 17 November 2014, saya mendapatkan voucher ini 21 November 2014 (empat hari pasca harga BBM naik).

Saya tidak langsung menggunakan voucher ini setelah mendapatkannya. Namun saya simpan dulu kurang lebih seminggu untuk menunggu premium di motor saya “sekarat” hingga tinggal menyisakan beberapa tetes ibaratnya, asal tidak benar-benar habis kering kerontang (bisa-bisa motor berhenti ditengah jalan malahan, repot sendiri nanti).

Saya sengaja demikian untuk melakukan percobaan, seberapa lama saya bisa melakukan penghematan anggaran RAB saya dengan adanya voucher ini. Terutama untuk keperluan konsumsi BBM.

Waktu yang ditunggu pun tiba. Kalau tidak salah tanggal 26 November 2014 kemarin, saya menggunakan “kupon sakti” di SPBU Undip Tembalang. Dan ternyata, cukup dengan menukarkan ke petugas yang mengisi BBM, saya bisa mendapatkan BBM senilai Rp 10,000.

Kalau bicara Rp 10.000 untuk beli bensin dapat seberapa liter banyaknya (dengan harga BBM yang sekarang sudah naik), kalau dituangkan ke botol air minum mineral ukuran besar akan terisi kira-kira setengah botol lebih dikit.

Tidak percuma juga saya dulu mengikuti seminar kewirausahaan secara GRATIS (dapat snack pula) dan saya bertanya sehingga mendapatkan voucher ini. Karena berdasarkan ‘percobaan’ yang saya lakukan ini, tangki BBM motor saya yang nyaris kosong kemudian saya isi dengan Premium seharga Rp 10.000 menggunakan alat tukar voucher tadi, “kesaktian” kupon tadi bisa membuat saya seminggu tanpa isi ulang BBM bagi motor saya. Meski saya juga harus menggunakan motor mondar-mandir ke sana-sini.

Untuk isi ulang BBM baru saja saya lakukan pada 3 Desember 2014 kemarin, tak lama sebelum saya menulis artikel ini. Lumayan lah bagi saya, Rp 10.000 untuk 1 pekan konsumsi BBM.

Memang ada teman yang yang bilang Rp 10.000 untuk konsumsi BBM selama 1 minggu rasanya sulit. Yaaaa itu semua tergantung bagaimana kita me-manage keperluan akomodasi sehari-hari. Kalau untuk keperluan jarak dekat misal beli makan, saya mending jalan kaki. Tapi kalau cukup jauh (termasuk mencari data skripsi), urusan urgent, naaaah… baru pakai motor.

Yaaaah begitu cerita saya kali ini seputar “kupon sakti” yang saya dapatkan pasca harga BBM bersubsidi naik kemarin yang kesaktiannya tak kalah dengan “kartu sakti” ala Jokowi. Saya yakin tidak hanya saya yang mendapatkan, banyak kok. Jadi jangan lupa bersyukur atas nikmat yang didapat. Alhamdulillah….

Sebagai penutup, ada sedikit pesan yang mau saya bagikan :

Rizki manusia sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa. Tinggal bagaimana manusia menggunakan rizki yang didapat tersebut dengan sebaik-baiknya. Mari kita gunakan rizki sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan. Dan berusaha menjadi hamba yang bersyukur, serta tidak berlebih-lebihan. Karena Allah tidak suka dengan hamba-Nya yang berlebih-lebihan.

Demikian pesan yang saya berikan diakhir artikel ini. Semoga tidak kalah “sakti” dengan kartu & kupon tadi :)

Sekian cerita kali ini. Semoga bermanfaat...

(AK21/@AjiiKurniawan)

0 comments: